Latest News

.

.

Selasa, 24 Januari 2017

KETUA KNPB STEVEN ITLAY BERSAMA PARA NARAPIDA DUKUNGAN PETISI DARI BALIK TRALI BESI KOLONIAL INDONESIA DI TIMIKA


Timika, Knpbnews--- pada selasa 24 Januari 2017, Orang Papua Barat menunjukkan dukungan mereka dari dalam penjara di Timika untuk Petisi global untuk Vote Internasional pengawasan masalah stastu Politik bangsa Papua!

Hari ini, Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Timika dengan sikap berani  dari tahanan  Lembaga Permasyarakat SP V di Timika, Papua Barat Untuk dungan Terhadap 

Rakyat Malanesia di Papua Barat mendukung penuh pertemuan pemimpin Dewan Exekutif ULMWP dan pemerintah Inggris dan Parlemen Inggris untuk membahas tindakan kekerasan Negara indonesia dan tinjau kembali status wilayah Papua Barat yang belum final dalam indonesia.

 Maka Rakyat Papua menyerukan kepada dunia Internasional:
Segera Intervensi Internasional masuk di Papua Barat untuk mengamankan pelaksanaan Hak Penentuan Nasib Sendiri di Papua Barat melalui mekanisme “REFERENDUM” yang adil dan demokratis sesuai mekanisme Internasional.

Rakyat bangsa Papua memohon kepada Negara-negara anggota PBB untuk mendukung pelaksanaan Hak Penentuan Nasib Sendiri di Papua Barat dan Tinjau kekerasan Negara Indonesia HAM di Papua Barat.Mereka mengirimkan pesan kuat kepada dunia bahwa mereka mendukung Petisi Global untuk Papua Barat yang akan diluncurkan pukul 17.00 hari ini GMT.

Persoalan bangsa papua perlu di kaji dan di buktikan secara baik melalui jalur Hukum dan Politik sesuai dengan aturan atau prinsip dasar Internasional yang legal supaya Hasilnya bisa di terima oleh bangsa papua dan bangsa indonesia secara terbuka dan bermartabat.

Karena keterlibatan Internasional Dalam hal ini (PBB,Amerika,belanda dan Indonesia) sangat aktif dan menjadi aktor dalam konflik Papua Barat demi mengamankan kepentingan Ekonomi dan Keamanan Negara. Maka Hak rakyat papua telah di korbankan dalam Hak Penentuan Nadib Sendiri yang di lakukan melalui mekanisme jejak pendapat Rakyat PEPERA 1969.







Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

.

.

Populer

BERITA