Latest News

.

.
KNPB PUSAT
KNPB TIMIKA

TIMIKA

PAPUA

MELENESIA

PASIFIK

Recent Posts

Minggu, 30 September 2018

KNPB-PRD TIMIKA MENOLAK PERJANJIAN ROMA AGREEMENT.



Knpb Timika News____Komite Nasional Papua Barat [KNPB] dan Parlemen Rakyat Daerah Mimika [PRDM] bersama semua rakyat Bangsa West Papua yang ada dikota Timika dan sekitarnya melakukan kegiatan Penolakan terhadap ROMA AGREEMENT. Pada Minggu 30 September 2018,  di Kantor Pusat Papua Merdeka Knpb dan Parlemen Wilayah Timika, Kebun Siri Jln. Freeport Lama Bendungan Timika West Papua.
Ibadah singkat ini dipimpin langsung oleh Ketua PRD Pdt. Abihut Degei dalam pembukaan Ibadahnya ia sampaikan "Mari Kita Bersatu dengan Knpb bersama Parlemen." tujuannya hanya satu yaitu Papua Merdeka.

"Kita tinggalkan semua Ego dan Ambisi tidak ada untungnya," ucap dalam ibadah.


Pesan singkat dari Ketua satu Knpb Wilayah Timika Tuan Yanto Awerkion bahwa :"Indonesia, Belanda, Amerika dan PBB sendiri yang merugikan HAK hidup orang Papua demi kepentingan Ekonomi [Freeport] yang ada di Timika West Papua" Jelasnya.

Pesan singkat dari Parlemen Putuskanlah sesuatu yang mendatangkan kemerdekaan bangsa West Papua dengan memberikan harapan yang bersifat KEPASTIAN. harap tidak lagi memberikan janji janji kepada Rakyat.

Belum lama ini  Insiden yang terjadi di Kabupaten Mimika oleh TNI/POLRI [Orang No 1] di indonesia di Backup oleh PT. Freeport Indonesia untuk membunuh dan menghancurkan perjuangan damai Knpb dan telah berhasil mencuri uang sebanyak Rp. 50 juta dan menembak 2 Orang AKTIVIS Knpb serta menangkap 9 Orang AKTIVIS Knpb.

Semoga semua kejahat kolonia Indonesia lakukan terhadap Rakyat Bangsa West Papua ini Diberkati Tuhan.

ini isi perjanjian  roma:

Perjanjian ini diadakan di Roma, Ibukota Italia pada 30 September 1962 setelah Perjanjian New York 15 Agustus 1962. Perjanjian ini datang karena saran dari Pak Elsworth Bunker. Itu ditandatangani oleh Indonesia, Amerika Serikat, dan Nederland Raya. Tanpa melibatkan rakyat papua padahal yang di bicarakan adalah nasib bangsa papua.

Perjanjian Roma yang tersedia antara lain ini sebagai berikut:

  1. Referendum atau Pepera ditetapkan untuk tahun 1969 di Perjanjian New York Agustus 1962. Untuk ditunda atau mungkin dibatalkan.
  2. Indonesia memerintah Papua Barat selama dua puluh berikutnya – lima tahun (25) efektif dari pertama Mei 1963.
  3. Metode untuk digunakan dalam pelaksanaan Pepera atau Referendum akan “sistem musyawarah” sesuai dengan praktek Parlemen Indonesia.
  4. Laporan akhir PBB mengenai pelaksanaan Pepera disampaikan kepada Majelis Umum PBB diterima tanpa debat terbuka
  5. Negara Serikat bertanggung jawab untuk melakukan investasi melalui perusahaan Negara Indonesia untuk Eksplorasi mineral, minyak bumi dan sumber daya lainnya dari Papua Barat.
  6. Amerika Serikat menjamin Asian Development Bank US $. 30 Juta untuk diberikan kepada United Nation Pembangunan Programe (UNDP) untuk mengembangkan Papua Barat untuk Periode dua puluh lima (25) tahun.
  7. Amerika Serikat menjamin dana Bank Dunia untuk Indonesia untuk merencanakan dan melaksanakan program transmigrasi di mana Indonesia dimukimkan di Papua Barat mulai dari tahun 1977. 

Perjanjian ini di tanda tangani di ibukota Italia, Roma pada 30 September 1962 setelah Perjanjian New York pada 15 Agustus 1962 di PBB Mabes. Itu signatured oleh 3 negara; yang Republik Indonesia, Nederland Raya, dan Amerika Serikat Amerika.

Bumi Amungsa, 30 September 2018.
(Admin)

Sabtu, 29 September 2018

KEDUA AKTIVIS KNPB TIMIKA DI ISOLASI DALAM KURUNGAN TAHANAN MAKO BRIMOB MILE 32


Berdasarkan hasil Pelayanan Kunjungan Penggembalaan kami pada hari Rabu, 26 September 2018 Pukul, 12. 30 WIT di Mako Brimob Mile 32 Timika-Papua atas nama:
Nama : Yakonias Womsiwor
Umur : 35 Tahun
Jens Kelamin : Laki-laki
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaan : Akifis KNPB Timika
Alamat : Jl. Sosial, Kebun Sirih Timika-Papua
Dengan :
Nama : Herick Mandobar
Umur : 20 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Agama : Kristen Protestan
Pekerjaa n : Aktivis KNPB Timika
Alamat : Jl. Sosial, Kebun Sirih Timika-Papua
Sedang berada dalam kondisi luka penembakan yang belum diobati secara baik untuk itu kami sampaikan kepada Kepala Kepolisian Resort Mimika dan Kepala Satuan Reserse Kriminal; serta Penyidik pada Satreskrim yang menangani perkara tersebut kami menyampaikan beberapa hal :
1. Mohon menghentikan semua proses hukum untuk meminta keterangan terkait kasusnya yang di kenahkan kepada kedua tersangka sebelum kondisi mereka berdua membaik.
2. Kami sangat kwatir kalau tersangka tidak ditangani secara serius oleh para medis.
3. Kami mohon selama pengobatan dikembalikan ke keluarga agar keluarga yang mengurus pengobatan kedua tersangka.
4. Kami semua pihak mohon pantauan segala pihak.
Demikian dan terima kasih atas perhatian anda.
Tuhan memberkati.

Senin, 24 September 2018

Rakyatku

Rakyatku.
Sahabat-sahabatku.
Teman karibku.
Orang-orang tuaku.
Komandanku.
Pejuang-pejuangku.
Pahlawan-pahlawanku.
Canda tawa dan ceriaku.
Tangisan doa Indah.
Wajah-wajah mereka slalu.
Tak terlupakan.


Masi kusimpan.
Terpatri dalam hatiku.
Belum berlalu
Sedang teriring bersama.
Tak ada yang Mustahil
Bagi Tuhan untuk slamanya.
Kita siap Berjalan bersama.
Di Jalan kita.
Rakyatku, Wilayahku
☆Bomberai☆

Gubuk Derita.
Camp revolusi.

By. Mario Y

TNI-Polri Tangkap 60-an Lebih Masa Aksi Pendukung ULMWP, Vanuatu dan Negara-Negara Pasifik


Jayapura--- Puluhan Masa aksi  Papua Barat. Hari ini 24 September 2018, Kurang lebih  60 orang pendukung ULMWP ditangkap oleh Kepolisian Daerah di Jayapura. Mereka ditangkap selama demonstrasi damai untuk menunjukkan dukungan mereka untuk ULMWP, Vanuatu dan Pemerintah Pasifik lainnya yang akan mengangkat masalah Papua Barat di Majelis Umum PBB (UNGA) pada 24-28 September 2018 di New York AS.

Berikut ini adalah nama dan tempat dari mereka yang ditangkap:
A. USTJ Campus (Jayapura)

1. Malvin Yobe
2. Albert Yatipai
3. Yoseph Asso
4. Jeni Degei
5. Allo Alua
6. Hendrikus Okmonggop
7. Don Borom
8. Mater Sambom
9. Yoseph Yatipai
10. Petrus Kosama
11. Leo Konorop
12. Rustinus Yare
13. Desman Wasina
14. Widius Kossay
15. Efrat B. Wakerkwa

B. Expo area (Jayapura)

1. Dewo Wonda
2. Lion Kobak
3 . Yunora Wandikbo
4. Neba Arabo
5. Kabel Bayau
6. Anggrek Babubau
7. Ason Mirin
8. Kisman Nabyal
9. Deki Kogoya
10. Freedom T
11. Wiame Mujijau
12. Heleb Enggalim
13. Memo Hagijimbau
14. Yespianus Uwitau
15. Wanius Gombo
16. Ricky Yapugau
17. Mitinus Lawiya
18. Ferry Kogoya
19. Fery Mujizau
20. Seteniel Bagubau
21. Robel Belau
22. Gerson wetipo
23. Fredi Wamu
24. Weyak Aliknoe
25. Marius Hagimoni
26. Zeth Enn
27. Chyrro Dendegau
28. Binladen Mabin
29. Kominus Ueling
30. Lamihe Lani
31. Mandela Tanambani
32. Siwe Weya
33. Noken Tipagau
34. Melawan Wantik

C. Abe (Jayapura)

1. Obaja Itlay
2. Septinus M Kossay.
3. Obianus Meage
4. Gerson Asso
5. Bertus Kosay
6. Alexander Tiko
7. Adrianto Tekege
8. Lewis Ningdana
9. Daniel Kudiai
10. Abinel Doo
11. Beny Hisage

Those 60 peoole of the ULMWP supporters are being detained at the Jayapura (Precinct) Police Resort.

Free West Papua!!

Minggu, 23 September 2018

AGUS YOLEMAL DAN ANAKNYA RIKO YOLEMAL 5 TAHUN DAPAT TANGKAP GARA GARA AYAHNYA DIDIK PAPUA MERDEKA.


Knpb Timika News___Pada tanggal 23 Agustus 2018 jam 8:00Pm malam terjadi penangkapan secara brutal oleh pihak aparat kepolisian dari Polres Mimika dibawah pimpinan AKBP. Indra Hermawan.
Para kepolisian dari Polres Mimika mereka ada memakai 3 mobil avanza memakai pakaian preman tetapi dengan peralatan perang senjata lengkap sekitar lebih kurang 20 orang.
Mereka menggunakan mobil setelah tiba dirumah Bapak Agus Yolemal langsung ditendang pintu rumahnya, bisa lihat ada foto itu, lanjut mereka masuk kedalam rumah dan menyandarkan Anak istrinya.
Karena posisi Agus Yolemal saat itu sedang mandi Polisi pun pergi menangkap Agus di kamar mandi dan diseret keluar kemudian diikat tangan dengan borgol.
Sementara tangannya di borgol mereka merusak semua pintu jendelanya dan serta membongkar Plafon rumahnya tujuan mereka itu, mungkin saudara Yolemal ada simpan senjata diatas plafon kah jadi mereka kasih rusak semua barang barang yang ada di dalam rumahnya.
Lanjut pihak kepolisian dari Polres Mimika menyita semua barang barang miliknya seperti 1 unit Mobil Rush, 1 unit sepeda motor, 2 unit komputer duduk dan 2 unit HP Samsung miliknya.
Saat mereka lakukan penangkapan itu tidak ditunjukkan [SPP] Surat Perintah Penangkapan dari pimpinannya.
Tetapi mereka lakukan penangkapan itu dengan sewenang senangnya dan penuh pelanggaran.

Alasan kepolisian dari Polres Mimika menangkap Saudara Agus Yolemal dan Anaknya Riko Yolemal karena diduga ayahnya ajarkan anaknya Yel Yel Papua Merdeka itu, menurut kepolisian Videonya itu bentuk Firal.
Coba kita ikuti bersama apakah Video ini bersifat Firal atau tidak.
Sampai saat ini Agus Yolemal dan Anaknya Riko Yolemal sedang diinterogasi di Polres Mimika dari kemarin malam jam 8:00Pm malam itu sampai sekarang jam 7:07Pm Malam ini masih di Polres Mimika.
Admin

Polisi Belum Kembalikan 40 Juta dan Aset KNPB Timika.




Timika, KNPBNews--- Sebanyak 1200 (Seribu dua ratus) anggota gabungan TNI/POLRI dengan alat perang bersenjata lengkap menembak 2 Orang AKTIVIS Knpb di Timika, atas Nama Jack Yakonias Womsiwor dan Herick Mandobar. Pada hari ini, tanggal 15 September 2018 sekitar pukul 6:15 pagi Wpb lalu. Bertempat di Kebun Siri Jln.Freeport Lama Bendungan Timika West Papua. Telah terjadi pengerebekan di Kantor Papua Merdeka (KNPB-PRD) Timika –Wilayah Bomberay. dipimpin langsung Oleh Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto dan Alex Korwa sebagai Wakil Kapolres Timika.
TNI/POLRI Gabungan ini 90% dari luar Papua datang bertindak dengan semaunya tanpa ada surat perintah penangkapan atau surat perintah pengeledekan. lanjutan mereka masuk kasih rusak semua administrasi sekretariat Kantor Papua Merdeka (Knpb-Parlemen) Wilayah Timika dan mencuri uang milik anggota Knpb sebanyak 40 juta lebih.
Uang Milik Panitia Sebanyak Rp. 15 jt.
Uang Milik Bobby Wenda sebanyak Rp. 5 jt.
Uang Milik Nus Asso sebanyak Rp. 15 jt.
Uang Milik Titus Yelemaken sebanyak Rp. 5 jt.

total semua yang di curi oleh TNI/POLRI dibawah pimpinan AKBP AGUNG MARLIANTO dan Alex Korwa adalah sebanyak Rp. 40 jt.
Dan untuk sementara situasi atau kondisi Womsiwor dan Herick Mandobar pihak keluarga tidak diijinkan untuk bertemu dan mereka juga sementara diisolasi di mako brimob 32.
Dalam aksi pengerebekan terjadi penembakan terhadap 2 orang Aktivis KNPB Timika atas nama, Jack Yakonias Womsiwor umur 39 tahun dan Herick Mandobar umur 20 tahun.
Barang barang Administrasi Knpb yang di kasih rusak adalah; 5 unit computer duduk, 5 unit printer, pintu pintu dikasih rusak, pakaian kasih hambur semua serta alat alat kerja semua di kasih rusak. berikut ini 40 juta dan aset KNPB Timika ambil dan dirusak oleh TNI-POLRI Indonesia di Timika.
Dan Nama nama yang dapat tangkap adalah ;
1. Pais Nasia umur 24 tahun anggota Knpb
2. Urbanus Kossay umur 18 tahun anggota Knpb
3. Vinsent Gobay umur 20 tahun anggota Knpb
4. Titus Yelemaken umur 46 tahun anggota Knpb
5. Nus Asso umur 46 tahun anggota Knpb
6. Arius Elopore umur 30 tahun anggota Knpb
7. Efesus Husage umur 42 tahun anggota Knpb.

Ini Kronologisnya. aktivis Knpb yang ditangkap semuanya posisi mereka ada jaga piket di Kantor Papua Merdeka (KNPB-PRD) Timika sebelumnya, sekitar jam 5:00 pagi subu itu para aparat gabungan TNI/POLRI sudah datang siaga satu di area komplek Kantor Kesekretariatan.
Setelah jam 6:00 pagi aparat keamanan sudah menodong warga sipil yang ada di sekitar komplex kantor Knpb disekitar warga dibendungan para aparat keamanan TNI/POLRI menodong semua warga dengan Moncong senjata sambil kasih keluar tembakan akhirnya warga menjadi takut semua.
Setelah jam 6:15 pagi aparat keamanan TNI/POLRI sudah melakukan penembakan terhadap Jack Yakonias Womsiwor dan Herick Mandobar keduanya dapat tembak di bagian kaki.
Lanjut pada pukul 6:20 pagi para aparat mereka melakukan pengerebekan di kantor Papua Merdeka (KNPB-PRD) Timika Wilayah Bomberay.
Para aparat satuan gabungan TNI/POLRI sekitar 500 anggota menggunakan peralatan perang senjata lengkap dan memakai 100 unit mobil Avansa, 1 unit mobil Freeport RWB, 10 mobil dalmas milik polisi, 5 mobil Patroli Extrada 4X4, dan 20 unit mobil dalmas milik dalmas milik TNI.
Dengan kekuatan personil 500 anggota TNI/POLRI itu menembak 2 orang aktivis Knpb Timika dan 7 orang lainnya ditangkap untuk sementara para korban tahanan masih diinterogasi di Kantor Kepolisian Polres Mimika.

Setelah jam 7:00 pagi para aparat membawah 2 orang anggota Knpb itu di RSUD SP 1 Timika, mereka diberobat yang tadinya dapat tembak itu sekitar pukul 7:30 pagi para aparat membawah kembali ke kantor Polres Mimika dan sampai saat ini sedang diinterogasi.
Adapun demikian ada barang barang yang rampas atau di curi milik Knpb adalah Uang Tunai Rp. 20jt lebih. 2 unit computer duduk, 1 unit leptop, 2 unit HP, pakaian Armi dan pakaian KNPB, 3 buah parang dapur, 1 buah bunsur sekitar 15 buah anak panah dan barang lainya seperti piring sendok kualai belanga semua diangkat, belum kami ketahui sedang kami krocek.

Lanjut sekitar jam 12:00 siang Pinpinan Parleman bersama beberapa anggota Parlemen pergi cek anggota Knpb yang sedang ditahan di Polres Mimika sana, dengan tujuan para aparat melakukan penembakan dan pengerebekan ini tanpa ditunjuk Urat Peritah Penangkapan (SPP) dan tanpa alasan yang tidak jelas.

Timika, KNPBNews--- 2 Orang  Aktivis KNPB Wilayah Timika Yang di Tembak  Masih Dikurung Tahanan Polres Timika. awalnya Tanpa sebab Polisi menembak Jack Jakonias Womsiwor (39) dan Herick Mandobar (18). 3 timah panas melumpuhkan kaki Jack Womsiwor. Dua di kaki Herick Mandobar. Keduanya ditembak tanpa sebab di dalam kantor KNPB saat Tentara dan Polisi kolonial menggrebek kantor. Polisi merekayasa penemuan peledak, pistol dan amunisi di kantor ini.

Saat ini, tanpa penanganan medis, keduanya dikurung di rutan Polres Mimika. Keluarga dan kolega perjungan dilarang besuk. Bahkan pengacara. Tindakan brutal ini dilakukan tanpa henti kepada KNPB. Padahal semua tahu bahwa KNPB berjuang secara damai, terbuka dan bertanggung jawab bersama rakyat sipil West Papua.
KNPB ada dengan rakyat diatas tanah air West Papua. KNPB berjuang karena hukum internasional menjamin dan membenarkan perjuangan rakyat West Papua untuk penentuan nasib sendiri. KNPB tidak berurusan dengan TNI Polri yang menjadi anjing penjaga modal kapitalis dan kolonial. Tugas kami memediasi rakyat menuntut self-determination dilaksanakan secara damai dan demokratis.
Karena itu KNPB berharap pihak Polisi membebaskan kedua pejuang damai dan memberi akses perawatan atas luka tembak yang sementara diderita di dalam rutan.

.

.
Videos

Populer

BERITA