Latest News

.

.

Rabu, 23 September 2015

BANGKITKAN SUARA KENABIAN DALAM GEREJA





RENUNGAN MENYIKAPI KOMENTAR MENKOPULHUKAM TENTANG GEREJA JANGAN BERPOLITIK

“Dalam pidato pembukaan acara Sidang Sinode Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) ke -33 di Nusa Tenggara Timur, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Panjaitan mengingatkan para pimpinan gereja untuk tidak memasukkan ambisi-ambisi politik kedalam gereja.”

Beberapa hari yang lalu kami kirim surat Permohonana Maf kami kepada Presiden Republik Indonesia tentang sikap ketidaksenangan kami terhadap Pemerintahan Republik Indonesia baik itu dalam sosial, pendidikan, HAM dan Politik kali ini kami sikapi tentang “Gereja Tidak Boleh Berpolitik,” "Gereja itu perannya bukan untuk berpolitik, gereja adalah perpanjangan tangan Tuhan, dan harus membawa persatuan yang lurus dan utuh untuk umatnya sehingga jemaatnya menjadi lentera pembangunan dimana saja di seluruh pelosok Indonesia," yang dikomentari oleh Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan. Sikap apakah kita sebagai Pemimpin Gereja mengambil dengan komentar Menteri ini, dalam kitab Suci ada banyak kisah yang disebutkan atas umat mereka dibantai dengan kekejaman sebuah Negara atau Bangsa seperti nabi  Yesaya Adalah Nabi  Sang Pemberita Penghiburan, Yeremia Nabi Bagi Bangsa-Bangsa, Yehezkiel Nabi Bagi Para Tawanan, Hosea Nabi Yang Besar Kasihnya, Yoel Adalah Nabi Sang Pemberita Pertobatan, Amos Adalah  Nabi Sang Pemberita Keadilan, Yunus Adalah Nabi Sang Pemberita Penghakiman, Mikha Adalah Pahlawan Bagi Kaum Miskin, Habakuk Adalah Nabi Yang Bimbang, Hagai Adalah Nabi Yang Membangkitkan Semangat, Zakaria Adalah Nabi Sang Pemberita Pengharapan, Maleakhi Adalah Nabi Sang Pemberani sekarang kita diperhadapkan dengan komentar penguasa Indonesia sekarang kita selaku pemimpin Gereja di seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke kita mengambil sikapnya apa? Baru kita memupuk kekerasan suatu bangsa? Apakah sebagai pemimpin kita berdiam menonton pemusnahan salah satu etnis? Berikut ini kami menguraikan sedikit dengan sikap dan tindakan yang diambil oleh Nabi-Nabi Bangsa Israel sewaktu mereka ada dalam suatu ancaman, penindasan bangsa mereka yang tidak berdaya dari bangsa-bangsa yang berkuasa pada waktu itu.

PELAJARAN 1
YESAYA ADALAH NABI SANG PEMBERITA PENGHIBURAN

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai." Yesaya 9:5.

LATAR BELAKANG YESAYA
Buku ini disebut menurut nama seorang nabi besar yang hidup di Yerusalem dalam bagian kedua abad kedelapan sebelum Masehi. Seluruhnya dapat dibagi dalam tiga bagian:
  1. Pasal 1-39 berasal dari zaman ketika Yehuda, kerajaan selatan, diancam oleh Asyur, negara tetangga yang sangat kuat. Yesaya menyadari bahwa yang sesungguhnya mengancam kehidupan Yehuda bukanlah kekuatan Asyur, tetapi dosa bangsa Yehuda sendiri, karena bangsa itu tidak taat dan kurang percaya kepada Allah. Baik dengan kata-kata, maupun dengan perbuatan, Nabi Yesaya mendorong rakyat serta para pemimpin mereka untuk hidup menurut kehendak Allah dan berlaku adil. Ia mengingatkan bahwa umat Allah akan celaka dan binasa kalau tidak mau mendengarkan TUHAN. Yesaya juga meramalkan perdamaian dunia dan kedatangan seorang keturunan Daud yang akan menjadi raja yang diidam-idamkan.
  2. Pasal 40-55 berasal dari masa pembuangan orang-orang Yehuda di Babel. Mereka dalam keadaan hancur tanpa harapan. Yesaya memberitakan bahwa tak lama lagi Allah membebaskan umat-Nya dan membawa mereka pulang ke Yerusalem, untuk memulai suatu hidup baru. Tema penting bagian ini ialah bahwa Allah itu TUHAN yang menguasai sejarah, dan bahwa Ia merencanakan untuk mengutus umat-Nya ke segala bangsa yang akan diberkati melalui Israel. Ayat-ayat tentang "Hamba TUHAN" merupakan salah satu bagian yang paling terkenal dari Perjanjian Lama.
  3. Pasal 56-66 sebagian besar ditujukan kepada bangsa yang sudah kembali di Yerusalem. Mereka perlu diyakinkan lagi bahwa Allah akan memenuhi janji-janji-Nya kepada bangsa itu. Perhatian khusus diberikan kepada cara hidup yang benar dan keadilan; juga kepada cara merayakan hari Sabat, mempersembahkan kurban dan doa. Ayat-ayat penting ialah 61:1-2 yang dipakai Yesus untuk menyatakan panggilan-Nya ketika Ia memulai tugas-Nya di dunia. 

Yesaya adalah salah seorang nabi yang terbesar. Pada masa yang sama, Yesaya dan Mikha memberitakan pesan Tuhan di Kerajaan sebelah Selatan, Amos dan Hosea di Kerajaan sebelah Utara.
Waktu itu adalah masa peperangan antara bangsa- bangsa. Seorang raja yang berhasil yang bernama Uzia sudah memerintah Yehuda selama beberapa tahun. Yesaya menerima panggilannya pada tahun kematian Raja Uzia. Yesaya 6:1. Yotam, Ahaz, dan Hizkia menggantikan Raja Uzia bertahta di Yehuda. Yesaya menyampaikan pesan Tuhan pada tahun-tahun pemerintahan raja-raja tersebut.
Dalam tahun 745 sebelum Masehi, Assiria menjadi suatu bangsa yang besar. Bangsa ini menyerang Palestina dan menundukkannya. Semua kota di Palestina dikuasai pada tahun 701 sebelum Masehi kecuali Yerusalem. Kota ini diselamatkan oleh suatu mujizat ketika 185.000 prajurit Assiria mati karena penyakit yang aneh. Beberapa raja Assiria mempunyai peran yang besar dalam sejarah Yehuda pada masa Yesaya.
Keadaan sosial sangat buruk selama pelayanan Yesaya. Ada kelompok orang kaya dan kelompok orang miskin, dengan tenggang rasa yang buruk antara mereka. Orang yang jahat menipu orang- orang miskin dan mengambil rumah dan tanah mereka. Pemerintahan di kota-kota sangat buruk di Yerusalem. Banyak minuman bir dan anggur yang memabukkan.
Banyak orang yang menyembah berhala. Orang Israel telah gagal untuk membagikan kebenaran dari Tuhan kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Bahkan mereka ikut menyembah ilah-ilah yang palsu. Kehidupan rohani yang sungguh-sungguh sangatlah kurang di daerah tersebut pada masa itu. Banyak nabi yang juga adalah pemabuk. Mereka tidak tertarik akan kesejahteraan secara rohani bagi rakyat.
Pekerjaan seorang nabi yang sejati sangat sulit. Bagaimana dia bisa memimpin umat yang seperti itu kepada Tuhan?
YESAYA - ORANG PILIHAN ALLAH    
Yesaya putra Amos dilahirkan di Yerusalem sekitar 760 sebelum Masehi. Dia mulai memberitakan pesan Tuhan sekitar 740 sebelum Masehi yaitu pada tahun kematian raja Uzia. Dia berkotbah selama 40 tahun di Yerusalem, menyampaikan pesan Tuhan kepada raja- raja, para pangeran dan rakyat. Dia adalah seorang yang berpendidikan tinggi yang sangat dihormati oleh penduduk Yerusalem.
Panggilan Yesaya sebagai seorang nabi adalah salah satu cerita yang paling mengesankan yang tertulis dalam Perjanjian Lama. Cerita tersebut dicatat dalam pasal 6. Dia mendapatkan penglihatan yang luar biasa dari Allah di Bait Allah. Pengalaman yang luar biasa ini mengubah hidupnya. Kekuatan terbesar dalam hidupnya adalah kuasa Allah yang sangat kuat atasnya untuk memberitakan firman Tuhan.
Selama 40 tahun, Yesaya memberitakan firman Tuhan. Dia menubuatkan adanya pembebasan. Dia menulis pesan-pesan Tuhan. Dia menasehati para raja dan pemimpin. Dia adalah seorang negarawan yang besar. Dia sangat mengasihi orang miskin. Dia berkotbah untuk keadilan secara ekonomi dan sosial. Yesaya adalah seorang manusia rohani yang besar. Sejak dari penglihatannya di Bait Allah, dia terus bertumbuh dalam pengertian akan hal-hal yang bersifat rohani. Dia berjalan dekat dengan Tuhan selama pelayanannya. Kedekatannya dengan Tuhan membuat orang lain mengetahui kebenaran akan kata-katanya. Dia hidup dengan berusaha untuk membawa umatnya kembali kepada Allah.
BEBERAPA HAL YANG PERLU DIINGAT DARI YESAYA YANG KITA PERLU PRAKTEKAN DAN LAKUKAN ADALAH:
1.      Kehidupan manusia selalu berubah ketika dia bertemu Tuhan (Yesaya 6.)

Yesaya melihat Allah dalam kuasa dan kemuliaan-Nya yang besar. Dia melihat Allah di rumah-Nya. Kehidupan Yesaya diubahkan. Dia melihat kemuliaan Tuhan. Kemudian dia melihat dosanya sendiri dan dosa bangsanya Yesaya 6:1-5. Yesaya mengetahui bahwa dia memerlukan Allah untuk menyucikan dosa-dosanya. Dia menerima pengudusan atas dosa-dosanya. Pada saat itu, dia dipanggil untuk pelayanan ilahi. Dia mendengar panggilan Tuhan, "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Yesaya 6:8. Jawaban Yesaya adalah tanggapan yang tertinggi dari seorang pilihan Allah. Dia dengan sukarela memberi diri. "Ini aku, utuslah aku." Yesaya 6:8.
Hal terbaik yang dapat dilakukan seseorang adalah menerima panggilan Allah untuk hidupnya. Allah menerima Yesaya. "Pergilah, dan katakanlah kepada bangsa ini..." Yesaya 6:9. Dia menerima kuasa untuk maju sebagai pembawa pesan Allah kepada bangsa yang berdosa.
Kita dipanggil dengan berbagai cara oleh Tuhan, kita setia mendengar bisikan dan panggilan Tuhan, Tuhan memanggil kita melalui tanda-tanda zaman, seperti di Tanah Papua Barat sedang terjadi penindasan, pemerkosaan, penganiayaan, pemenjaraan dan kemiskinan, dan pembunuhan sampai pemusnahan etnis. Dalam gambaran kondisi ini suara Tuhan datang kepada kita “Siapakah yang akan Kuutus, Siapakah yang akan pergi untuk Aku? Bagaimana respons kita terhadap suara Tuhan itu! Apakah kita berdiam diri? Tidak mau tahu dengan bisikan Tuhan atau bagaimana? Tanggapan dan renpons kita terhadap bisikan Tuhan.
Tuhan bertanya “Siapakah yang akan pergi ditengah-tengah penganiayaan, pembunuhan dan pemusnahan etnis ini? Untuk mengadarkan kepada umat-Ku yang tertindas ini? Kembali pribadi kita untuk merespons atas segala bisikan itu. Kita sebagai pemimpin umat Tuhan kita membangkitkan suara Kenabian untuk menguarakan segala macam penindasan yang dilakukan di tanah Papua Barat.

2.      Allah memberikan jaminan untuk umat- Nya.


Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya. Yesaya 40:1-2.
Ini adalah Firman Tuhan kepada kelompok orang yang tertindas dan mempunyai masalah yang besar dalam peperangan. Yesaya memberitakan pesan pengharapan ini di masa-masa yang gelap dalam peperangan. Masalah yang berat dari umat Allah membebani hati- Nya. Allah ingin mereka tahu bahwa Dia masih mengasihi mereka bahkan pada masa penghukuman dan penindasan.
Saat ini, sumber penghiburan kita adalah pengetahuan akan kebenaran yang sama. Allah mengasihi kita. Dia adalah Allah yang memperhatikan. Dia menyatakan kedamaian dan jaminan pada umat-Nya.

Kondisi di Tanah Papua Barat sedang mengalami satu masa penderitaan bagi Bangsa Papua Barat. Banyak umat Tuhan ada dibalik teruji besi. Banyak umat Tuhan sedang dibunuh dengan kekuatan militer Republik Indonesia, Banyak umat Tuhan di tangkap dan dipenjarakan tanpa prosedur hukum yang jelas dalam bingkai Negara Republik Indonesia. Banyak umat Tuhan diperkosa dan di bunuh.
Dalam kondisi seperti ini Firman Tuhan datang kepada kita sekalian, bahwa: “Hiburkanlah, hiburkanlah umat-Ku, demikian firman Allahmu, tenangkanlah hati Yerusalem dan serukanlah kepadanya, bahwa perhambaannya sudah berakhir, bahwa kesalahannya telah diampuni, sebab ia telah menerima hukuman dari tangan Tuhan dua kali lipat karena segala dosanya. Yesaya 40:1-2.
Sekarang seruan Tuhan sudah jelas, sebagai pemimpin umat Tuhan apa yang kita lakukan, apakah kita berdiam diri dengan bisikan Tuhan ini atau merespons? Apakah kita tidak bersuara dan berdiam diri karena kepentingan kita karena kita tidak mendapat Jabatan, Kursi, dan kekayaan dalam tangan besi pemerintahan Negara Republik Indonesia? Apakah kita tidak mau taat Firman Tuhan dan kita mendukung pembunuhan etnis yang dilakukan oleh militer Republik Indonesia? Apakah kita hanya menara-nari di atas penderitaan rakyat yang tidak berdosa ini? Kalau umat Tuhan ditembak dan dibunuh sementara yang bersangkutan belum beriman kepada Tuhan! Siapa yang akan bertanggungjawab kepada Tuhan? Untuk menjawab pernyataan diatas kembali ke kita masing-masing.

3.      Allah lebih besar dari ilah-ilah yang lain.

Bacalah Yesaya 40:12-26. "Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia?" firman Yang Mahakudus Yesaya 40:25. Yesaya menggambarkan Allah sebagai yang Maha Besar. Tak ada yang lain seperti Dia. Dia sempurna dalam kebenaran. Dia memiliki segala kuasa. Dia Yang Kekal namun Dia juga mengetahui nama dari setiap domba-domba-Nya. Dia sendiri mampu untuk memperhatikan setiap pribadi.
Bangsa Papua diatas tanah Papua hidup hanya karena anugrah Tuhan, orang Papua di kepung dari dua arah dan sudut yaitu, dari sudut terbuka dan sudut tertutup:
1.      Sudut terbuka;
Pemekaran Propinsi, Kabupaten, Distrik, dan Kampung untuk membuka peluang masuk pedagang, transmigran, penambahan militer dengan demikian pemusnahan etnis akan dilancarkan di seluruh Tanah Papua Barat.
2.      Sudut tertutup;
Negara juga akan menyiapkan berbagai macam kekuatan-kekuatan gaib, okultisme, penyembahan berhala, supra-natural, supra-alami, nekromansi, mantra-mantra, baca-baca, jihat, jimat dan lain-lain dengan tujuan untuk pemusnahan etnis Bangsa West Papua.
Dalam serangan tertutup dan terbuka ini tidak ada kekuatan lain bagi Bangsa Papua. Bangsa Papua harus lakukan adalah:
·         Sadar dan bertobat
Firman Tuhan berkata dalam Ulangan 20:2-4;  Dan apabila engkau berbalik kepada TUHAN, Allahmu, dan mendengarkan suara-Nya sesuai dengan segala yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini, baik engkau maupun anak-anakmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, maka TUHAN, Allahmu, akan memulihkan keadaanmu dan akan menyayangi engkau. Ia akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa, ke mana TUHAN, Allahmu, telah menyerakkan engkau. Sekalipun orang-orang yang terhalau dari padamu ada di ujung langit, dari sana pun TUHAN, Allahmu, akan mengumpulkan engkau kembali dan dari sana pun Ia akan mengambil engkau.
Bangsa Papua sadar bahwa Tuhan adalah satu-satunya, Tuhan diatas segala Tuan, Tuhan Yang Maha Besar. Tuhan Yang Maha Kuasa. Tidak ada Tuan lain hanya satu Tuhan yaitu Tuhan yang menciptakan Bangsa Papua dan bangsa-bangsa lain di dunia.
Bangsa Papua juga sadar bahwa apabila ada kekuatan-kekuatan gaib, kuasa supra-natural, kuasa supra-alami, nekromansi, mantra dan jimat atau penyembahan-penyembahan berhala berarti semuanya itu harus dilepaskan dan berbalik kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.
·         Pegang nama Tuhan
Firman Tuhan berkata dalam Keluaran, 20:2-5 “Akulah TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan. Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apa pun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.”
Bangsa Papua pegang nama Tuhan, jadikan kekuatan Tuhan sebagai satu-satunya penolong dalam hidup kita. Kalau kita pegang kekuatan gaib maka Bangsa Papua akan musnah dari tanahnya sendiri. Karena orang Papua hanya hidup karena anugrah-Nya, Tuhan.

4.      Allah memberikan kekuatan untuk mereka yang lemah.

Bacalah Yesaya 40:27-31 "Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapatkan kekuatan baru." Yesaya 40:31.
Setelah menunjukkan bahwa Allah adalah Maha Kuasa, Yesaya melanjutkan untuk membuat penerapan yang luar biasa. Dia menyatakan bahwa Allah mengetahui penderitaan umat Israel. Allah tidak pernah lemah atau menjadi lelah. Bahkan Dia akan menopang mereka yang lemah dan yang lelah. Allah bisa dipercaya. Nantikanlah Dia dan Dia akan memberikan kekuatan dan kedamaian.
Allah akan memberikan kekuatan kepada setiap orang yang berjalan dengan sabar di jalan-jalan-Nya.
Allah memperhatikan penderitaan dan jeritan anak negeri diatas Tanah Papua Barat, tetesan air mata anak negeri diatas negeri ini Tuhan melihat, sebagaimana Tuhan juga melihat tetesan air mata Bangsa Israel. Pembunuhan secara terbuka dan tertutup yang terjadi diatas tanah Papua Barat Tuhan juga sedang menghitung dan melihat karena Firman Tuhan berkata dalam Amsal,15:3 “Mata TUHAN ada di segala tempat, mengawasi orang jahat dan orang baik.” Di mata Tuhan semuanya telanjang dan terbuka. Tuhan memberikan kekuatan dan kedamaian bagi Bangsa Papua yang sedang ditindas sampai habis-habisan. Tuhan berkata dalam Yohanes,14:1 "Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.”

5.      Allah akan mengutus Sang Juruselamat

Kitab Yesaya mempunyai banyak ayat yang menjanjikan kedatangan Juruselamat dari Allah. Renungkanlah janji yang indah ini. Bacalah Yesaya 9:1-5. "Bangsa yang berjalan dalam kegelapan telah melihat terang yang besar." Yesaya 9:1.
Dunia penuh dengan kegelapan pada masa Yesaya. Dan masih penuh dengan kegelapan pada masa sekarang. Tapi, Allah telah mengirimkan terang-Nya yang penuh kemuliaan ke dalam dunia. Dia sudah mengirimkan karunia dari surga ke dunia. Karunia Tuhan itu adalah dalam pribadi seorang Anak Yang Kudus. Yesus datang sebagai seorang bayi di Bethlehem. Sungguh suatu terang yang ajaib yang dibawa Yesus ke dalam hati mereka yang menerima Dia. Yesaya mengatakan bahwa hikmat Ilahi, kuasa Ilahi, sifat bapa secara Ilahi dan damai Ilahi akan datang karena pemerintahan-Nya di dunia. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya, karena ia mendasarkan dan mengokohkannya dengan keadilan dan kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya. Kecemburuan TUHAN semesta alam akan melakukan hal ini. Yesaya 9:6. Yesus, Sang Raja Yang Terbesar, telah datang.
Dia Maha Bijaksana. Dia Maha Kuasa. Dia Penjaga umat-Nya. Dia membawa damai surgawi kepada setiap pribadi yang bersedia menerima Dia sebagai Raja.
 Yesaya 53:1-6. Yesaya melihat Yesus sebagai Hamba Tuhan yang diutus untuk menderita bagi umat yang terhilang. Yesus dilahirkan sebagai seorang bayi di Bethlehem. Selanjutnya, Dia bertumbuh menjadi seorang manusia yang menderita untuk kita semua.
Ayat-ayat dari bagian tersebut diatas adalah yang terbesar dari pengajaran Yesaya. Disini Yesaya menjelaskan maksud dari penderitaan Hamba Allah, Yesus. Yesus menderita menggantikan tempat orang yang berdosa. Dia mati untuk Anda dan saya. Dia sempurna. Dia mati untuk orang berdosa. Dia dilukai, dipukul, ditikam dan dihancurkan - bukan untuk dosanya sendiri melainkan untuk dosa-dosa kita. Dia menanggung dosa-dosa dunia diatas pribadinya sendiri. Allah adalah pribadi yang mengampuni manusia, yang menyediakan Yesus untuk mati menggantikan kita. Syukur kepada Tuhan atas Juruselamat yang sangat luar biasa itu.
Bangsa Papua sudah diselamat oleh kasih Allah yang sungguh luar biasa, sudah hilang dalam kegelapan tetapi terang dari surgawi datang kedalam dunia untuk menerangi kita. Tetapi kondisi saat ini kita sedang berjalan dalam sebuah masa kegelapan, yaitu dimana di seluruh tanah Papua Barat sedang mengalami pembunuhan terjadi sana sini, penangkapan dan pemenjaraan terjadi sana sini, pemerkosaan terjadi sana sini, dan pemusnahan etnis sedang terjadi sana sini. Dengan tujuan agar orang Papua juga emosi, membalas, membunuh agar keselamatan yang ada dalam orang Papua dicabut dengan kejadian-kejadian diatas ini.
Yesus di utus oleh Allah Bapa-Nya untuk mencari dan menyelamatkan kita yang hilang dalam lumpur dosa, Tuhan juga mengutus orang percaya ke dalam lumpur dosa untuk saling mengingatkan, saling menolong dan saling menyelamatkan.

PELAJARAN  2

YEREMIA NABI BAGI BANGSA-BANGSA


"Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan aku dengan segenap hati." Yeremia 29:13.

LATAR BELAKANG YEREMIA
Yeremia hidup pada masa kekacauan nasional dan rohani yang besar. Manasye, salah satu raja Yehuda yang paling jahat, memerintah selama 55 tahun sebelum Yeremia memulai pelayanannya. Banyak orang tidak bersalah yang dibunuh selama Manasye memerintah. Kebiasaan bangsa Assiria berupa praktek-praktek keagamaan yang atheis dibawa ke Yehuda. Masa itu adalah masa yang sulit untuk agama yang menyembah Allah di tanah Yehuda.
Yosia menjadi raja Yehuda pada tahun 641 Sebelum Masehi. Dia adalah seorang anak muda yang ingin membawa bangsa itu kembali pada Allah. Pada tahun 623 Sebelum Masehi, Yosia memulai kampanye untuk membersihkan Bait Allah dan kehidupan keagamaan dari rakyat. Ketika Kitab Hukum Tuhan ditemukan di Bait Allah, suatu kebangunan rohani yang besar dimulai di tanah tersebut. Kita dapat yakin bahwa Yeremia sangat tertarik akan hal ini.
Yeremia memberitakan Firman Tuhan di Yerusalem selama beberapa tahun. Dia melihat pemerintahan beberapa raja dan akhirnya melihat kehancuran Yerusalem oleh Raja Babilonia, Nebukadnezar. Yeremia berkotbah di Yehuda dan bangsa-bangsa sekelilingnya, seperti yang kita lihat, dia adalah nabi bagi bangsa- bangsa.
YEREMIA - ORANG PILIHAN ALLAH
Yeremia menerima pelatihan sebagai seorang muda yang akan menjadi seorang nabi di desa Anathoth. Dia bertumbuh di lingkungan para iman dan nabi. Tak pelak lagi, perubahan dalam urusan-urusan dunia membawa pengaruh yang besar baginya.
YEREMIA - PANGGILAN DAN MISINYA
Panggilan Yeremia untuk menjadi seorang nabi merupakan pengalaman yang sangat nyata baginya. Segera dia menyadari bahwa Allah sudah mempunyai tugas yang besar baginya bahkan sebelum dia dilahirkan. Dia masih sangat muda dan lemah, namun siap untuk mendengar suara Tuhan. Tuhan berkata kepadanya: "Sebelum aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa." Yeremia 1:5.
Yeremia yang masih muda sangat terkejut akan tanggung jawab besar yang Tuhan berikan atasnya, namun dia tahu bahwa Allah akan memberikan kekuatan dan hikmat. Yeremia adalah seorang yang dihormati oleh para pemimpin. Dia sangat berpendidikan. Kenyataan bahwa dia mampu untuk membeli banyak harta milik menunjukkan bahwa dia bukanlah seorang yang miskin. Dia menjadi seorang negarawan yang berpengaruh sampai diluar negaranya sendiri. Banyak tulisannya dalam bukunya adalah berupa pesan untuk bangsa-bangsa disekitarnya. Dia memperingatkan bangsa-bangsa bahwa Allah adalah satu-satunya penguasa dunia. Semua ilah yang lain adalah palsu. Yeremia adalah suara Tuhan untuk dunia pada masanya.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI YEREMIA
1.      Allah mempunyai rencana untuk setiap orang.
Yeremia mengerti akan kebenaran ini dan memberi diri sebagai anak muda untuk rencana Allah tersebut. Tujuan terbesar untuk setiap orang adalah menggenapi kehendak Allah dalam hidupnya. Mengikuti rencana Tuhan mungkin tidaklah mudah. Hal itu sangat sulit bagi Yeremia. Dalam beberapa peristiwa, hidupnya terancam, dan dia mengalami banyak penderitaan. Namun Allah selalu memberikan kekuatan yang ia perlukan untuk melakukan kehendak-Nya.
Sebagaimana Tuhan mempunyai rencana bagi Yeremia. Tuhan juga mempunyai rencana untuk setiap kita, Tuhan punya rencana untuk bagaimana kita ini berkat bagi orang lain, berkat bagi jiwa-jiwa yang ada dalam tekanan, intimidasi, dan kejahatan.
2.      Allah memanggil dan menunjuk nabi-nabi-Nya Bacalah Yeremia 1:5-10
Allah memilih Yeremia untuk membawa pesan-Nya. Hal ini bukanlah ide Yeremia yang bagus. Beberapa orang berpikir bahwa berkhotbah tidak ada bedanya dengan pekerjaan yang lain. Beberapa orang berpikir bahwa setiap orang dapat memilih untuk menjadi gembala atau penginjil. Hanya orang yang dipanggil dan dipilih oleh Allah yang bisa menjadi gembala atau penginjil yang efektif. Tuhan memilih kita untuk melayani-Nya, baik itu pendeta, penginjil, atau awam atau orang besar maupun orang kecil.
Ditengah-tengah situasi Papua yang tidak aman ini Tuhan memilih kita untuk menjadi berkat bagi rakyat Papua. Rakyat Papua saat ini membutuhkan pemimpin nasionalisme yang bisa membawa keluar dari dosa perbudakan, pemerkosaan, penyaniaan, penindasan dan pemusnahan etnis ras malanesia di tanah Papua Barat yang dialami oleh bangsa Papua.
3.      Allah adalah pengharapan manusia untuk keselamatan
Pernahkah suatu bangsa menukarkan allahnya meskipun itu sebenarnya bukan allah? Tetapi umat-Ku menukarkan Kemuliaannya dengan apa yang tidak berguna.
Yeremia 2:11. Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air. Yeremia 2:13.
Manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri. Semua harapan manusia diluar Allah adalah sia-sia. Usaha-usaha manusia untuk menyelamatkan dirinya sendiri adalah seperti sumur yang kosong tanpa air. Tuhan adalah sumber kehidupan yang kekal. Dialah satu-satunya sumber keselamatan bagi manusia dari dosa-dosanya.
Umat Tuhan diatas tanah Papua Barat sadar bahwa Allah adalah satu-satunya harapan keselamatan kita, harapan pembebas kita, kita sadar atas segala perbuatan yang tidak memuliakan Tuhan. Kita datang kehadapan Tuhan dengan membawa segala pelanggaran dosa kita. Tuhan akan mengampuni kita. Firman tuhan berkata dalam 1Yohanes, 1:9 Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan. Tuhan itu adil dan setia, sekalipun kita tidak setia, Tuhan tetap setia, sekalipun kita tidak sabar Tuhan tetap sabar kepada Tuhan. Kita sejahat-jahat bagaimanapun Tuhan tetap sabar menanti kita asal kita bawa segala dosa kita kepada Tuhan.
4.      Allah mampu membuat kembali apa yang sudah dirusakkan oleh dosa. Yeremia 18:3-6.

Yeremia belajar suatu pelajaran yang penting dari seorang tukang periuk yang sibuk. Hanya seorang tukang periuk yang ahli yang bisa membentuk kembali sebuah pot yang mempunyai bagian yang retak, demikian juga, Allah mampu menyelamatkan kehidupan yang sudah dirusakkan oleh dosa. Tuhan dapat menyucikan kehidupan yang berdosa dan membuatnya menjadi sesuatu yang indah dan berguna untuk pelayanan bagi-Nya. Yeremia,8:1-6; Firman yang datang dari TUHAN kepada Yeremia, bunyinya: "Pergilah dengan segera ke rumah tukang periuk! Di sana Aku akan memperdengarkan perkataan-perkataan-Ku kepadamu." Lalu pergilah aku ke rumah tukang periuk, dan kebetulan ia sedang bekerja dengan pelarikan. Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya. Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku, bunyinya: "Masakan Aku tidak dapat bertindak kepada kamu seperti tukang periuk ini, hai kaum Israel!, demikianlah firman TUHAN. Sungguh, seperti tanah liat di tangan tukang periuk, demikianlah kamu di tangan-Ku, hai kaum Israel! Kita ini jahat dihadapan Tuhan bagaimanapun Tuhan tetap mengasihi kita, Tuhan tetap memperbaikan segala tubuh kita yang rusak karena dosa, Yesus berkata dalam Matius, 11:28 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Bawalah segala masalah dan dosa kepada Tuhan, Tuhan memberikan kelepasan dan kebebasan kepada kita.
5.      Orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Allah dengan tulus akan menemukan Dia
Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati....
Yeremia 29:13.
Beberapa orang berkata bahwa mereka tidak tahu bahwa Allah itu ada. Firman Allah untuk umat-Nya pada masa Yeremia adalah juga untuk orang-orang yang berdosa dan kehilangan jamahan Allah pada masa itu. Maka Tuhan menyampaikan kepada umat-Nya melalui Nabi Yeremia bahwa, jika kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku dan apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati. Allah menghendaki supaya umat-Nya itu sungguh-sungguh mencari akan Tuhan. Mau menghendaki supaya umat-Nya menanyakan Tuhan melalui doa dengan segenap hati.
Allah dapat diketahui. Dia selalu ada. Dia ingin semua orang mencari Dia dan hidup didalam-Nya. Dia masih nyata sampai sekarang ini sehingga mereka yang mencari dia dengan hati yang tulus akan menemukan Dia.
Dalam kehidupan kita diatas tanah Papua Barat ini apa yang kita lakukan, kita bertanya dan bertanya kehadapan Tuhan atas segala sesuatu yang sedang terjadi atas tanah Papua Barat, pembunuhan, penyaniaan dan penindasan dan perampokan yang sedang berlangsung sampai saat ini. Apa maksud Tuhan bagi bangsa Papua Barat. Apakah Tuhan mau manusia Papua Barat hidup begitu ataukah? Manusia Papua hidup tidak taat kepada Tuhan akhirnya Tuhan mendatangkan malapetaka itu atau karena kekuatan kuasa setan yang sedang dipakai dalam tangan besi (Negara)Yesus berkata “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan semuanya itu ditambahkan kepadamu.” Matius, 6:33. Mencari dan mengutamakan Tuhan barulah Tuhan kasih Papua Baru, Bertobatlah dari berbagai dosa kita, mengaku dan memohon ampun kehadapan Tuhan dan beriman dan mendengar dan memegang perintah-perintah Tuhan melalui Firman Tuhan setelah itu Tuhan akan menjawab semua jawaban dan pergumulan kita.
Yesus juga mengajar  seruan doa yang kita naikan kehadapan Tuhan adalah: “datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.” Matius 6:10. Yesus mau supaya diatas tanah Papua ini kita mengahadirkan kerajaan Allah, Yesus mau supaya diatas tanah Papua itu menghadirkan kedamaian dan ketenangan, Yesus mau supaya diatas tanah Papua itu Tuhan sendiri yang hadir. Apa yang orang Papua lakukan untuk menghadirkan Tuhan diatas tanah Papua Barat? Yang orang-orang Papua Barat lakukan adalah:
a.      Lepaskan segala penyembahan berhala dan segala macam dosa yang dilakukan oleh Manusia Papua Barat (Ulangan, 20:1-5)
b.      Bertobat dan berbalik kepada Tuhan Allah yang benar dan Esa, yang adalah Pencipta Tuhan semesta alam dan melayani-Nya sambil menantikan kedatangan-Nya yang kedua kali (1Tesalonika, 1:9-10)
6.      Allah menjanjikan Pengharapan yang Baru.
Sesungguhnya, akan datang waktunya, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mengadakan perjanjian baru dengan kaum Israel dan kaum Yehuda, bukan seperti perjanjian yang telah Kuadakan dengan nenek moyang mereka pada waktu Aku memegang tangan mereka untuk membawa mereka keluar dari tanah Mesir; perjanjian-Ku itu telah mereka ingkari, meskipun Aku menjadi tuan yang berkuasa atas mereka, demikianlah firman TUHAN. Tetapi beginilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu, demikianlah firman TUHAN: Aku akan menaruh Taurat-Ku dalam batin mereka dan menuliskannya dalam hati mereka; maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan tidak usah lagi orang mengajar sesamanya atau mengajar saudaranya dengan mengatakan: Kenallah TUHAN! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku, demikianlah firman TUHAN, sebab Aku akan mengampuni kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa mereka. Yeremia 31:31-34.

Bagi Yeremia, janji-janji akan perjanjian yang baru memberikan pengharapan yang nyata. Yeremia mengenal ide keagamaan yang berdasarkan pada suatu perjanjian. Dia melihat bahwa ketidaksetiaan dari para individu sudah merusak perjanjian yang lama. Tidak ada harapan lagi untuk memperbaharui perjanjian yang lama.
Peranjian yang baru harus dibuat untuk menggantikannya. Perjanjian yang baru mesti bersifat pribadi, disimpan dalam hati, menyeluruh, dan rohani.
Dengan jalan ini, seseorang bisa melihat Allah dengan jelas. Kehendak Tuhan cukup jelas untuk dimengerti dan ditaati. Hal itu merupakan perjanjian dari persekutuan secara rohani antara Allah dan manusia. Dan hal itu berdasarkan pada apa yang Allah sudah lakukan bagi manusia, bukan apa yang manusia dapat lakukan untuk membeli kemurahan Tuhan.
Kita menemukan kegenapan dari janji yang indah ini dalam Lukas 22:14-20. Ini adalah perjanjian melalui kematian Kristus. Inilah jawaban Tuhan untuk dosa-dosa kita. Segala kejahatan kita sudah disalibkan bersama Tuhan dibukit Golgota. Maka dengan ini rasul Paulus dengan tegas menyampaikan kepada Jemaat Tuhan di Galatia, yaitu: “Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.” Galitia, 5:24. Segala dosa kita dan kedagingan kita disalibkan bersama Tuhan, dan Tuhan sudah melepaskan kita dari belenggu dosa. Orang Papua sadar bahwa semua orang Papua sudah disalibkan bersama Tuhan tetapi dosa-dosa yang sudah disalibkan banyak orang Papua yang mengambil kembali untuk itu bertobatlah.

PELAJARAN   3

YEHEZKIEL NABI BAGI PARA TAWANAN


"Kalau aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! Dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." Yehezkiel 3:18.

LATAR BELAKANG YEHEZKIEL
Dari tahun 598-587 Sebelum Masehi umat Israel hidup dalam masalah yang berkepanjangan. Kota Yerusalem diduduki oleh tentara musuh dalam dua peristiwa pada masa itu. Setiap kali kota tersebut diduduki, beberapa orang yang terbaik dipenjara dan dibuang sebagai tawanan di tanah yang asing. Yehezkiel dibawa dengan 10.000 tawanan yang lain ke Babilonia.
Akhir dari kerajaan Yehuda adalah pada tahun 587 Sebelum Masehi, ketika Raja Babilonia menumpas pemberontakan kecil dan membawa semua orang yang tersisa untuk bergabung dengan semua tawanan di seberang sungai Kebar. Saat itu adalah masa yang kelam bagi Yerusalem. Tembok kota diruntuhkan, rumah-rumah dibakar, Bait Allah dihancurkan, dan rakyat dibawa dalam perbudakan.
Nubuat nabi Yeremia dinyatakan lewat hukuman atas orang-orang berdosa yang penuh pemberontakan.
Di Babilonia, kondisinya sangatlah buruk. Daniel dan anak-anak laki-laki Yahudi yang lain dibawa ke Babilonia pada tahun 605 Sebelum Masehi. Yehezkiel dan para pemimpin dibawa ke Babilonia pada tahun 598 Sebelum Masehi.
Yehezkiel mulai melayani sebagai nabi pada tahun 593 Sebelum Masehi.
YEHEZKIEL - ORANG PILIHAN ALLAH
Selama masa mudanya, kotbah Yeremia mempengaruhi Yehezkiel. Yehezkiel adalah seorang yang berpendidikan.
Allah memanggil dia sebagai nabi bagi para tawanan yang terasing di Babilonia. Pada pasal 1 dan 2 diceritakan akan visi dan panggilannya untuk melayani. Allah yang menampakkan diri kepadanya, dapat pergi kemana saja, memiliki semua kuasa, dapat melihat segala sesuatu, dan penguasa semesta alam.
Dalam pasal 3, ayat 1-3, Yehezkiel menerima perintah untuk "makan gulungan ini" kemudian maju sebagai nabi Allah. Dia memberitahukan pada kita bahwa dia datang kepada para tawanan di seberang sungai Kebar dengan roh kesedihan. Dia tidak langsung mulai berkotbah namun menunggu selama tujuh hari. Demikianlah aku datang kepada orang-orang buangan yang tinggal di tepi sungai Kebardi Tel-Abib dan di sana aku duduk tertegun di tengah- tengah mereka selama tujuh hari. Yehezkiel 3:15. Selama hari-hari itu, kemarahan dan kesedihannya berlalu dan dia bisa mengerti isi hati umatnya. Inilah satu alasan mengapa dia menjadi gembala dan pengkotbah yang efektif. Dia adalah orang pilihan Allah untuk pekerjaan itu. Wahyu pengutusan untuk Yehezkiel cukup jelas. Dia hendak menghancurkan harapan sia-sia untuk bisa kembali lebih awal ke Yerusalem. Dia akan menjelaskan maksud dari menjadi tawanan. Dia akan mendorong rakyat dengan pengharapan untuk masa depan. Dia akan melayani sebagai pengawas selama hari-hari yang gelap di pembuangan. Tuhan memakai dia dengan cara yang luar biasa untuk memberitakan pesan-pesan-Nya diantara para tawanan di Babilonia.

BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI YEHEZKIEL
1.      Allah lebih besar dari seluruh alam semesta.
Kitab Yehezkiel mempunyai banyak kebenaran yang luar biasa. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa Allah mempunyai kuasa yang mutlak. Dia dinyatakan dalam penglihatan yang didapat Yehezkiel dengan seluruh kemuliaan dan keagungan-Nya. Dia adalah yang Maha Kuasa. Tidak ada yang lain yang seperti Dia.
Pada saat yang sama, penderitaan umat-Nya sungguh-sungguh membuat Allah prihatin. Allah sangat memperhatikan segala macam penderitaan bangsa Israel, Dia adalah Allah yang Maha Kuasa dan Maha Kasih.
2.      Anugerah Allah adalah jawaban atas kebutuhan manusia akan keselamatan.
Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. Yehezkiel 11:19-20.
Allah sendiri dapat memberikan roh yang baru dalam diri setiap orang. Hanya Allah yang bisa membuang hati yang membatu. Roh Kudus mampu datang untuk menuliskan kehendak Ilahi di hati manusia. Yang terpenting adalah manusia itu sadar dan bertobat dari segala dosa kita. Setelah itu Tuhan memberikan roh baru, hati baru, pikiran baru.
Allah akan mengasihi adalah orang-orang Papua yang hidup menurut ketetapan dan peraturan-peraturan yang sudah tetap dalam Firman Allah dengan setia. Sesuai dengan ayat 20 diatas ini menyatakan: mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
3.      Saksi-saksi Allah mempunyai tanggung jawab yang besar.
Sesudah tujuh hari datanglah firman TUHAN kepadaku:  "Hai anak manusia, Aku telah menetapkan engkau menjadi penjaga kaum Israel. Bilamana engkau mendengarkan sesuatu firman dari pada-Ku, peringatkanlah mereka atas nama-Ku. Kalau Aku berfirman kepada orang jahat: Engkau pasti dihukum mati! - dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang jahat itu dan ia tidak berbalik dari kejahatannya dan dari hidupnya yang jahat, ia akan mati dalam kesalahannya, tetapi engkau telah menyelamatkan nyawamu. Jikalau seorang yang benar berbalik dari kebenarannya dan ia berbuat curang, dan Aku meletakkan batu sandungan di hadapannya, ia akan mati. Oleh karena engkau tidak memperingatkan dia, ia akan mati dalam dosanya dan perbuatan-perbuatan kebenaran yang dikerjakannya tidak akan diingat-ingat, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu. Tetapi jikalau engkau memperingatkan orang yang benar itu supaya ia jangan berbuat dosa dan memang tidak berbuat dosa, ia akan tetap hidup, sebab ia mau menerima peringatan, dan engkau telah menyelamatkan nyawamu." Yehezkiel 3:16-21

Betapa besar tanggung jawab yang Allah letakkan atas pengawas-pengawas yang dipilih-Nya! Yehezkiel tahu bahwa Allah sudah memerintahkan dia untuk menjadi seorang saksi. Dia berfirman kepada umat-Nya, "dan engkau tidak memperingatkan dia atau tidak berkata apa-apa untuk memperingatkan orang jahat itu dari hidupnya yang jahat, supaya ia tetap hidup, orang jahat itu akan mati dalam kesalahannya, tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu." Bagaimana kita bisa bersikap acuh dan malas dalam terang firman-firman ini?
Yehezkiel mengulangi pemikiran yang sama ini dalam Pasal 33, ayat 1-9. Sangat jelas bagi dia bahwa dia akan bertanggung jawab untuk memberikan peringatan yang penuh kasih pada umatnya. Hal ini juga nyata pada masa sekarang ini.
Apakah kita seorang saksi yang setia bagi orang-orang yang belum diselamatkan? Dalam sepanjang kehidupan kita orang-orang Papua kita harus menjadi saksi bagi Tuhan, Tuhan berkata dan berpesan pada waktu Ia naik ke sorga, yaitu: “Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kisah Para Rasul, 1:8. Tuhan sudah kasih mandat kepada kita untuk menjadi saksi bagi-Nya, kita orang Papua harus sadar agar kita saling mengingatkan atas segala perbuatan yang melanggar segala ketetapan dan peraturan-peraturan Tuhan yang sudah ditetapkan dalam Firman Tuhan.
4.      Setiap  orang bertanggung jawab atas dosanya sendiri. Yehezkiel 18:1-32.

"Ada apa dengan kamu, sehingga kamu mengucapkan kata-kata sindiran ini di tanah Israel: Ayah-ayah makan buah mentah dan gigi anak-anaknya menjadi ngilu? Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan ALLAH, kamu tidak akan mengucapkan kata sindiran ini lagi di Israel. Sungguh, semua jiwa Aku punya! Baik jiwa ayah maupun jiwa anak Aku punya! Dan orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati." Yehezkiel 18:2-4.
"...Bertobatlah dan berpalinglah dari segala durhakamu, supaya itu jangan bagimu menjadi batu sandungan, yang menjatuhkan kamu ke dalam kesalahan. Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel? Sebab Aku tidak berkenan terhadap kematian seseorang yang harus ditanggungnya, demikianlah firman Tuhan Allah. Oleh sebab itu, bertobatlah, supaya kamu hidup!"  Yehezkiel 18:30-32.
Agama bersifat pribadi. Iman juga mesti bersifat pribadi. Yehezkiel mengajarkan dalam ayat-ayat ini tentang tanggung jawab dari setiap individu. Keselamatan seorang manusia tidak ditentukan oleh pilihan ayahnya. Sang kakek ayat 5-9 benar dan akan hidup, sang anak laki-laki ayat 10-13 memilih untuk menjadi jahat dan akan mati. Sang cucu ayat 14-17 benar dan akan hidup.
Disini Yehezkiel memanggil setiap orang untuk bertobat dan menerima pengampunan dari Tuhan. Setiap orang harus melakukannya untuk dirinya sendiri. Sudahkah anda bertobat? Masing kita orang Papua bertanggungjawab dihadapan Tuhan, perbuatan jahat yang dilakukan oleh bapa tidak akan ditanggung oleh anaknya dan perbuatan kakaknya tidak akan ditanggung oleh adiknya. Masing-masing kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan untuk memimta pengampunan dosa.
5.      Allah mampu untuk memberikan kehidupan yang baru. Yehezkiel 37:1-14

Lalu Ia berfirman kepadaku: Hai anak manusia, dapatkah tulang- tulang ini dihidupkan kembali?”.... Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu sehingga kamu hidup kembali” Yehezkiel 37:3 dan 14
Suatu kebangunan rohani adalah sesuatu yang mungkin. Sang nabi memberikan kabar baik bahwa Israel mempunyai pengharapan. Bahkan tulang-tulang yang kering, tanpa darah dan daging, dapat hidup dengan kuasa Allah. Kedatangan Roh Allah membawa kehidupan. Masih ada kebutuhan untuk kebenaran luar biasa yang sama dalam dunia yang penuh dengan kematian hari ini. Orang Papua membutuhkan kuasa dari Roh Kudus untuk menyapu bersih keadaan itu dan membawa kebangunan rohani yang sejati. Ribuan jiwa akan mati tanpa Yesus. Kiranya Allah memakai kita untuk menyampaikan pesan tentang hidup yang kekal dalam Yesus Kristus.

PELAJARAN  4

HOSEA NABI YANG BESAR KASIHNYA


"Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murkaku telah surut daripada mereka." Hosea 14:5.

LATAR BELAKANG HOSEA
Selama masa penumpahan darah, revolusi dan perpecahan bangsa Israel dari 745 Sebelum Masehi, Hosea, sang nabi, berkhotbah di Israel. Amos, seorang pemberita firman Tuhan dari desa, memperingatkan Israel akan penghakiman yang akan datang. Meskipun bangsa Israel menikmati kedamaian dan kemakmuran saat Amos memberitakan Firman Tuhan, banyak hal yang berubah dalam waktu yang sangat singkat. Dalam waktu kurang dari tiga tahun dari waktu Amos mulai berkotbah di Bethel, bangsa Israel sudah menjadi budak dari Raja Assiria yang baru yang menyerang tanah Israel dengan balatentara yang besar. Selama beberapa bulan, ada pembunuhan dan revolusi di seluruh negeri.
Rakyat Israel tidak mau mendengarkan Amos. Kini Hosea dipanggil untuk menyampaikan pesan Allah kepada umat yang hanya mempunyai kepedulian yang sedikit terhadap hal-hal rohani.
Kejahatan dan kematian ada dimana-mana disekeliling Hosea. Keadaan sosial sangat buruk. Para pemerintah menjadi contoh- contoh yang tidak baik bagi rakyat. Pengadilan sangat buruk. Para hakim mendapatkan penghasilan dari hasil suap. Amos memperhatikan orang-orang kaya yang hidup dalam kenyamanan. Hosea melihat bahwa orang-orang tersebut sudah dikeraskan hatinya oleh keadaan sekeliling mereka.
Kehidupan keluarga dari banyak orang telah hancur. Pernikahan tidak dihargai. Kemabukan merupakan hal yang biasa. Kekayaan dari hanya sedikit orang membuat orang miskin dan orang kaya saling membenci. Disamping keadaan sosial, kehidupan beragama rakyat saat itu sangatlah buruk. Para pendeta gagal untuk memimpin umat mengetahui firman Tuhan. Dalam beberapa hal, para pendeta bahkan memimpin orang-orang untuk berbuat dosa. Penyembahan berhala dan penyembahan dewa-dewa disekeliling bangsa Israel membuat hati Allah meratap.
Ingat bahwa Hosea memberitakan firman Tuhan kepada umat yang sudah menjadi pilihan Allah selama beberapa tahun. Mereka bersalah karena menolak kasih dari Seseorang yang sudah sangat mengasihi mereka. Nabi Hosea, yang hatinya sangat prihatin, dipilih untuk berbicara kepada umat yang berdosa ini.
HOSEA - ORANG PILIHAN ALLAH
Hosea jatuh cinta dan menikah dengan Gomer, anak Diblaim ketika dia masih muda. Dia sangat mengasihinya sehingga berjanji untuk terus bersama-samanya sampai akhir hayatnya. Hosea menceritakan hancur hatinya di pasal pertama dari bukunya. Gomer tidak setia dan tidak layak untuk menerima cinta Hosea untuknya. Dia menjadi terbelenggu kehidupan dosa dan kebejatan moral. Dia menjadi seorang pelacur setelah kelahiran anak pertama mereka. Kepedihan yang dalam yang menimpa hati suaminya yang murni sulit untuk dimengerti. Dia tetap mengasihi Gomer, bahkan setelah dia menjadi tidak setia. Setelah beberapa tahun dalam kesengsaraan, dia meninggalkan rumah untuk menjual diri sebagai seorang budak pada kekasih palsunya yang menjanjikan lebih banyak hal kepadanya. Hosea sangat mengasihi istrinya sehingga dia membeli dia dari pasar budak dan memulihkan dia menjadi istrinya kembali. Kasihnya sangat kuat sehingga perbuatan terburuk dari istrinya tidak dapat menghancurkannya. Hosea sangat menderita, tapi dalam setiap kepedihan akan penderitaannya, dia menjadi tahu dengan lebih jelas kasih Allah yang sejati.
Karena itu, kita belajar bahwa Hosea, sang Nabi, adalah orang dengan kasih dan kesetiaan yang besar.
HOSEA - MISINYA               
Jika penekanan yang penting dalam kotbah Amos adalah peringatan akan penghakiman, maka penekanan yang penting dalam kotbah Hosea adalah panggilan kasih. Istri Hosea menghancurkan hatinya, tapi tetap mungkin baginya untuk memberikan gambaran hati Allah pada dunia. Hosea dikirim untuk mendekati orang-orang yang keras hati dan menerima kasih Allah.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI HOSEA
1.      Tuhan menginginkan kasih kita yang sempurna

Tuhan tidak akan menerima ibadah kita jika kita mencoba untuk membagi kasih kita dengan hal yang lain. Sama seperti dosa Gomer yang menghancurkan pernikahannya dengan Hosea, demikian juga ketidaksetiaan akan menjauhkan kita dari Allah. Ketika seseorang berhenti mengasihi Allah dan berbalik untuk mengikuti sesuatu yang lain, dia bersalah karena dosa yang sangat fatal.
2.      Dosa menghancurkan kemampuan seseorang untuk membuat suatu keputusan yang baik.
Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir. Hosea 4:11.
Dosa itu seperti sebuah penyakit. Hal ini dapat ditularkan dari seseorang kepada orang yang lain. Dosa mencuri kekuatan untuk berpikir dengan jernih dari banyak orang. Setiap orang saat melakukan dosa seluruh kehidupan kita dipengaruhi dengan dosa itu. Bangsa Israel melakukan berbagai kejahatan tetapi nabi Hosea meyakinkan kepada bangsa Israel bahwa Allah ialah punya kasih-Nya, Allah  panjang sabar terhadap kamu. Seperti yang diFirmankan berikut ini: Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini. Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah. Sebab itu negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap.Hanya janganlah ada orang mengadu, dan janganlah ada orang menegor, sebab terhadap engkaulah pengaduan-Ku itu, hai imam! Engkau akan tergelincir jatuh pada siang hari, juga nabi akan tergelincir jatuh bersama-sama engkau pada malam hari; dan Aku akan membinasakan ibumu. Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.  Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan. Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.  Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya. Mereka akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, mereka akan bersundal, tetapi tidak menjadi banyak, sebab mereka telah meninggalkan TUHAN untuk berpegang kepada sundal. Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir. Umat-Ku bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka. Mereka mempersembahkan korban di puncak gunung-gunung dan membakar korban di atas bukit-bukit, di bawah pohon besar dan pohon hawar dan pohon rimbun, sebab naungannya baik. Itulah sebabnya anak-anakmu perempuan berzinah dan menantu-menantumu perempuan bersundal. Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.  Jika engkau ini berzinah, hai Israel, janganlah Yehuda turut bersalah! Janganlah pergi ke Gilgal, dan janganlah naik ke Bet-Awen, dan janganlah bersumpah: "Demi TUHAN yang hidup!" Sebab Israel degil seperti lembu yang degil, masakan sekarang TUHAN menggembalakan mereka, seperti domba di tanah lapang? Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia! Persepakatan para pemabuk! mereka menyerahkan diri habis-habisan kepada persundalan; mereka lebih mencintai kehinaan dari pada kemasyhuran mereka. Angin melingkupi mereka dalam sayap-sayapnya, dan mereka akan mendapat malu karena korban-korban mereka. Hosea, 4:1-19.
Bangsa Papua Barat kita sadari dan akuilah segala dosa kita kehadapan-Nya, Tuhan ialah maha pengasih dan pengayang, panjang sabar, Tuhan bersabar kepada kita. Tuhan menunggu kita sampai kapanpun, berapapun dosa kita Tuhan tetap setia menanti kita untuk bawa datang kehadapan-Nya. Yesus berkata: “Marilah kepada-Ku semua orang yang berbeban berat Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.”  Matius, 11:28. Hari inipun Yesus menunggu kita dan rasul Yohanes  berkata dalam suratnya: “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” 1Yohanes, 1:9. Asal kita datang mengakui segala dosa kita kepada Tuhan karena Tuhan  ialah adil dan setia Dia mengampuni dan membersihkan kita dari segala dosa kita. Datang dan bawalah dosa anda kehadapan Tuhan pasti Tuhan menyelesaikan dosa kita.
3.      Kasih Allah adalah kekal.

Ketika Israel masih muda, Kukasihi dia, dan dari Mesir Kupanggil anak-Ku itu. Makin Kupanggil mereka, makin pergi mereka itu dari hadapan-Ku; mereka mempersembahkan korban kepada para Baal, dan membakar korban kepada patung-patung. Padahal Akulah yang mengajar Efraim berjalan dan mengangkat mereka di tangan-Ku, tetapi mereka tidak mau insaf, bahwa Aku menyembuhkan mereka. Hosea 11:1-3.
Hosea menggambarkan Allah sebagai seseorang yang begitu dalam kasih-Nya sehingga Dia tidak pernah berhenti mendapatkan umat-Nya. Kasih-Nya tidak pernah gagal. Hosea sangat kagum ketika menangkap sekilas kelembutan kasih Allah Hosea 11:1-3. Tangan yang penuh kasih menuntun anak-anak yang lemah melewati padang belantara. Kasih Allah, seperti kasih seorang ayah, dapat dilihat setiap langkah dari keseluruhan kasih itu. Kasih tersebut tidak berubah meskipun ada ketidaksetiaan dari umat Israel. Tetapi, Dia tidak akan memaksakan kasih-Nya pada orang-orang. Orang-orang yang berdosa mungkin menolak Dia dan menolak untuk kembali pada kasih-Nya. Kasih-Nya dapat ditolak. Dalam hati Allah, ada kasih untuk orang berdosa dan kebencian pada dosa dan sikapnya yang tidak menghargai Allah.
Bangsa Papua kita sadari bahwa kasih Tuhan berlaku segala abad dan segala negerasi. Kasih Allah berlaku bagi manusia Papua yang tidak percaya kepada Tuhan  maupun orang Papua yang percaya kepada Tuhan, dengan kasih-Nya dia sabar orang Papua yang tidak percaya kepada Tuhan ini sampai orang-orang itu datang kepada Tuhan dan percaya kepada-Nya.
4.      Pertobatan yang murni penting untuk mendapatkan pengampunan.

Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. Hosea 6:1. Juga bacalah 14:1-3
Pesan yang diberikan Hosea untuk umatnya adalah mereka harus berbalik dari dosa-dosa mereka dan kembali pada Allah. Pengalaman Hosea dengan Gomer, istrinya yang tidak setia, adalah contoh yang jelas antara Allah dengan umat-Nya. Israel adalah seperti mempelai perempuan Allah sendiri. Allah sangat mengasihi Israel. Dia menantikan dengan sabar akan kembalinya. Allah akan mengampuni Israel. Demikian juga pada hari ini, setiap orang harus bertobat dari dosa mereka. Setiap orang harus berbalik dari dosa mereka dan kembali pada Allah dalam iman. Ketika hal ini terjadi, orang dapat menerima pengampunan dan pengudusan dari dosa. Kasih Allah yang kekal dapat dikenal oleh orang tersebut.

PASAL  6

YOEL ADALAH NABI SANG PEMBERITA PERTOBATAN


"Berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya." Yoel 2:13.
LATAR BELAKANG YOEL
Nama Yoel disebut dalam Perjanjian Lama sebanyak empatbelas kali. Nama ini berarti "Yehowa adalah Allah". Yoel, sang nabi, hidup dan memberitakan firman Tuhan pada masa Raja Yoas. Dia menyampaikan pesan pertobatan kepada Yehuda.
Yoel menulis bukunya ketika negara menghadapi masalah yang cukup serius. Rakyat saat itu menghadapi tulah belalang yang besar. Beribu-ribu serangga yang menghancurkan ini dicurahkan atas mereka. Tidak ada hujan selama beberapa hari dan terjadi kekeringan yang luar biasa. Saat itu benar-benar masa yang mengerikan. Benar-benar masa yang sulit bagi rakyat. Karena hal inilah, mereka siap untuk mendengarkan sang pembawa pesan Tuhan. Dalam keadaan seperti ini, Yoel dengan berani menyampaikan pesan pertobatan dan memanggil rakyat untuk kembali kepada Allah.
YOEL - ORANG PILIHAN ALLAH
Kita tidak mengetahui banyak tentang Yoel. Dia mungkin tinggal di Yerusalem. Kita tahu bahwa dia adalah seorang pengkotbah yang berani. Tuhan memanggil dia untuk membawa pesan-Nya pada masa yang sulit di Israel. Firman TUHAN yang datang kepada Yoel bin Petuel. Dengarlah ini, hai para tua-tua, pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri! Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu? Yoel 1:1-2. Sebagai nabi yang memberitakan pertobatan, dia adalah salah seorang nabi yang besar.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI YOEL
1.      Dosa membawa penghukuman.
Dengarlah ini, hai para tua-tua, pasanglah telinga, hai seluruh penduduk negeri! Pernahkah terjadi seperti ini dalam zamanmu, atau dalam zaman nenek moyangmu? Ceritakanlah tentang itu kepada anak-anakmu, dan biarlah anak-anakmu menceritakannya kepada anak-anak mereka, dan anak-anak mereka kepada angkatan yang kemudian. Apa yang ditinggalkan belalang pengerip telah dimakan belalang pindahan, apa yang ditinggalkan belalang pindahan telah dimakan belalang pelompat, dan apa yang ditinggalkan belalang pelompat telah dimakan belalang pelahap. Yoel 1:2-4
Yoel ingin penduduk Yerusalem mengerti arti dari tulah belalang yang terjadi. Rakyat menghadapi bencana kelaparan. Mereka bersalah karena dosa. Dia ingin mereka dapat melihat tangan Tuhan memegang tongkat dan bukan hanya hukuman yang akan datang. Dia menginginkan mereka dapat melihat Tuhan dalam setiap peristiwa yang terjadi pada masa itu. Dia menginginkan mereka mendekat pada Tuhan dengan pertobatan yang sejati.
2.      Tidak ada sesuatupun yang dapat menggantikan pertobatan yang sejati.
"Tetapi sekarang juga," demikianlah firman TUHAN, "berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, dengan berpuasa, dengan menangis dan dengan mengaduh." Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada TUHAN, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya. Yoel 2:12-13
Yoel mengharapkan penyesalan yang murni akan dosa. Rakyat harus datang dengan ratapan dan puasa untuk tersungkur di hadapan Tuhan. Allah menginginkan hati yang hancur, bukan pakaian yang robek. Kita tidak bisa menyenangkan Tuhan dengan penampilan yang kelihatan dari luar. Allah melihat hati. Seseorang berbicara pada masa yang lalu tentang satu-satunya sikap orang berdosa yang bisa diterima. "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!" Lukas 18:13 Kita tidak bisa datang kepada Tuhan dengan kesombongan dan kebenaran diri sendiri. Tidak ada sesuatupun yang dapat menggantikan pertobatan yang sejati. Pertobatan yang sejati mengijinkan Allah untuk mencurahkan berkat-Nya atas kita.
3.      Allah dapat memulihkan hidup yang sudah rusak.
Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. Yoel 2:25-26
Yoel memberitakan kabar pengharapan bagi rakyat pada saat mereka dalam masalah yang besar. Pertobatan membuat pemulihan menjadi mungkin. Allah dapat mengatasi kuasa dosa atas hidup kita. Dosa mungkin meninggalkan bekas luka pada kita, namun Allah bisa memakai hidup yang sudah rusak dan mengubahnya menjadi berguna untuk melayani-Nya. Sangat baik untuk mengetahui bahwa kita memiliki Allah yang cukup berkuasa untuk memulihkan hadirat-Nya bersama-sama dengan kita.
4.      Doa yang tulus membawa janji persekutuan dengan Allah dalam Roh Kudus.
"Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki, dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu. Yoel 2:28- 29
Nabi Yoel mengikuti janji tentang berkat jasmani dengan janji akan berkat rohani. Baik orang tua ataupun orang muda dapat menerima berkat rohani berupa persekutuan dengan Allah melalui Roh Kudus. Menurut Rasul Petrus, hari Pentakosta merupakan kegenapan janji dalam kitab Yoel. Bacalah Kisah Para Rasul 2:16-21.
Yoel melihat bahwa tujuan Allah secara menyeluruh selalu berakhir dengan kemenangan. Aku akan mengadakan mujizat- mujizat di langit dan di bumi: darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap. Matahari akan berubah menjadi gelap gulita dan bulan menjadi darah sebelum datangnya hari TUHAN yang hebat dan dahsyat itu. Dan barangsiapa yang berseru kepada nama TUHAN akan diselamatkan, sebab di gunung Sion dan di Yerusalem akan ada keselamatan, seperti yang telah difirmankan TUHAN; dan setiap orang yang dipanggil TUHAN akan termasuk orang-orang yang terlepas." Yoel 2:30-32. Tentu saja, setiap orang Kristen pada masa sekarang ini harus merindukan untuk dekat pada Tuhan dalam hadirat-Nya dalam Roh Kudus dan bersedia dipakai oleh Tuhan sesuai kehendak-Nya. Allah ingin semua orang dapat menerima karunia Roh daripada-Nya.

 

PELAJARAN   6

AMOS ADALAH NABI SANG PEMBERITA KEADILAN


"Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan." Amos 5:14.

Kita tidak bisa mengerti tentang para nabi kecuali kita mengetahui sesuatu tentang keadaan politik dan keagamaan pada masa mereka. Amos memberitakan Firman Tuhan ketika keadaan sosial dan keagamaan di negaranya sangatlah buruk.
Dari tahun 805 Sebelum Masehi sampai 740 Sebelum Masehi bangsa Israel menikmati masa yang damai. Musuh-musuh negara saat itu, Assiria dan Siria, tidak cukup kuat untuk memberi masalah bagi mereka. Karena itu, masa itu adalah masa yang penuh dengan kemakmuran. Beberapa orang menikmati hidup yang berkelimpahan dan yang hanya memusatkan pada kesenangan. Urusan bisnis berjalan dengan baik dan hasil anggur sangat melimpah. Mereka menikmati pesta-pesta yang besar dengan musik yang meriah.
Kota-kota bertumbuh. Para pedagang mendapat keuntungan yang besar dan memiliki tanah yang luas sampai-sampai hanya beberapa orang saja yang memiliki sebagian besar tanah Israel. Selain daripada itu, dengan kemakmuran yang demikian besar, mereka menjadi sangat jahat. Kesengsaraan dan penderitaan sudah sangat biasa. Para pekerja yang miskin di ladang menderita karena perbuatan majikan mereka. Banyak pedagang yang tidak jujur. Masa itu adalah masa yang sangat buruk bagi umat Tuhan.
Jika dilihat dari luar, rakyat kelihatan sangat taat beragama. Banyak penduduk yang menghadiri acara-acara ibadah khusus. Mereka memuji Tuhan, memberikan persembahan, dan mengatur tugas-tugas keagamaan mereka sementara prakteknya hanya kosong belaka dan bukan berasal dari hati. Kehidupan mereka tidak berubah karena mereka berdoa atau pergi ke gereja. Pengkotbah-pengkotbah mereka sangat jahat. Para orang kaya yang memimpin ibadah hanya mementingkan diri sendiri dan tidak peduli akan penderitaan si miskin. Orang-orang ini tidak bisa melihat dosa dalam hati sendiri sebagaimana, Amos bisa melihatnya, karena mereka tidak mengenal Allah. Mereka mengabaikan kehendak Tuhan. Inilah keadaan pada saat Amos hidup dan memberitakan firman Tuhan.
AMOS - ORANG PILIHAN ALLAH
Amos adalah seorang pengkotbah dari desa yang sederhana yang meninggalkan tempat tinggalnya di Yehuda dan berjalan tiga puluh dua setengah kilometer ke Bethel untuk menyampaikan pesannya bagi para pemimpin Israel. Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi. Berkatalah ia: "TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel."Amos 1:1-2
Amos berasal dari desa kecil yang bernama Tekoa. Desa ini terletak sekitar delapan belas kilometer di sebelah selatan Yerusalem. Laut Mati yang lebih rendah 4.000 kaki dan jauhnya sekitar dua puluh enam kilometer, dapat dilihat dari Tekoa. Tempat yang indah ini adalah tempat dimana Tuhan melatih nabi-Nya, Amos.
AMOS - PANGGILANNYA
Amos tidak masuk seminari untuk belajar berkhotbah. Dia, sama seperti pengkotbah yang sejati, menerima panggilan yang secara pribadi dari Allah untuk berkhotbah. Alkitab tidak menceritakan bagaimana Allah memanggil Amos masuk dalam pelayanan. Dia meninggalkan domba-dombanya yang digembalakan di padang belantara karena suatu keyakinan bahwa Allah menginginkan dia untuk memberitakan firman Tuhan kepada penduduk di Bethel. Tangan Tuhan atasnya. Dia tidak bisa menolak. Jawab Amos kepada Amazia: "Aku ini bukan nabi dan aku ini tidak termasuk golongan nabi, melainkan aku ini seorang peternak dan pemungut buah ara hutan. Tetapi TUHAN mengambil aku dari pekerjaan menggiring kambing domba, dan TUHAN berfirman kepadaku: Pergilah, bernubuatlah terhadap umat-Ku Israel." Amos 7:14- 15.
AMOS - MISINYA                   
Amos diutus untuk memberitakan firman Tuhan di Betel, bukan di kota Yerusalem yang besar yang lebih dekat dengan tempat tinggalnya. Allah menghendaki umat di Kerajaan Utara mendapatkan kata-kata peringatan yang keras. Betel adalah kota dimana Raja Yerobeam II beribadah. Allah mengutus Amos ke tempat dimana para pemimpin mengecewakan Dia dalam hal penyembahan yang sesungguhnya kepada Yehova. Allah mengutus Amos kepada orang-orang yang tidak merasa memerlukan pemberitaan firman Tuhan. Mereka tidak memiliki hati yang terbuka untuk mengerti pesan-pesan rohaninya. Memang, tugas Amos sangatlah sulit.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI AMOS
1.      Allah bersifat menyeluruh (universil). Amos 9:2-4
Amos menyadari bahwa Yehova bukan hanya Allah bagi bangsa Israel. Bagi Amos, Allah adalah penguasa langit dan bumi. Allah mempunyai kuasa yang sama untuk menghakimi bangsa-bangsa lain, seperti terhadap bangsa Israel. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku:" Amos 1:3. Beginilah firman TUHAN: "Karena tiga perbuatan jahat Gaza bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom." Amos 1:6. Juga baca Amos 1:9-11 dan 13 dan Amos 2:1, 4 dan 6.
Dia menggambarkan bahwa mustahil untuk bisa lepas dari pandangan mata Allah. Tak seorangpun yang bisa bersembunyi dari Allah yang universal
2.      Kesempatan membawa tanggung jawab.
Hanya kamu yang kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.
Amos 3:2.
Amos membawa pesan yang khusus kepada Israel, umat pilihan Allah. Dia sudah memilih Israel untuk suatu pekerjaan yang khusus. Akan tetapi Israel sudah melupakan kehendak Allah. Amos mengajarkan kepada kita tentang maksud sejati mengapa Allah memanggil dan menyelamatkan kita hari ini. Menjadi "yang dipilih Allah" membawa tanggung jawab yang besar dan akan membawa hukuman yang pasti jika kita mengecewakan Allah.
Tuhan Yesus mengajarkan kebenaran yang sama: "Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, daripadanya akan lebih banyak lagi dituntut." Lukas 12:48b.
Sebagai orang-orang Kristen di Indonesia, kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk memberitakan kabar gembira tentang Yesus kepada mereka yang belum diselamatkan. Akankah kita tetap setia kepada kehendak Tuhan dalam hidup kita?
3.      Tuhan menuntut keadilan sosial Amos 5:14-15.
Beberapa orang berkata bahwa agama Kristen hanya untuk kehidupan setelah kematian. Mereka berkata kekristenan tidak ada artinya untuk kehidupan yang sekarang ini. Amos membuatnya menjadi sangat jelas bahwa agama yang sesungguhnya dapat mengubah jalan kehidupan seseorang. Orang yang sungguh-sungguh menyembah Yehowah tidak memperlakukan teman-temannya dengan tidak adil. Orang Kristen harus mempraktekkan keadilan social dan kesamaan pada semua orang.
4.      Penyembahan yang sia-sia adalah penghinaan terhadap Tuhan. Amos 5:21-25.
Amos adalah orang pilihan Tuhan yang agamanya benar-benar kuat. Dia menyembah Allah dengan segenap hatinya. Allah membenci kebiasaan orang Israel yang menyembah berhala. Mereka tidak menyembah Allah dengan segenap hati. Kita harus ingat bahwa kita tidak dapat menyenangkan hati Allah dengan semata-mata pergi ke gereja pada hari Minggu, dengan memberi persembahan atau dengan dibaptis. Kita harus ingat bahwa menyembah Allah adalah dengan segenap hati.
Kita harus memiliki kasih untuk Tuhan dan kita harus merelakan Tuhan mengubah hidup kita menurut kehendak- Nya.

PELAJARAN  7

YUNUS ADALAH NABI SANG PEMBERITA PENGHAKIMAN


"Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam." Matius 12:40.
Yunus hidup pada masa pemerintahan Raja Yerobeam II. Bacalah 2Raja-raja 14:23-25. Kita tahu bahwa raja ini meluaskan batas kerajaannya. Sementara kerajaan ini menikmati kedamaian, orang-orang Siria dipaksa kembali ke tanah mereka sendiri. Bangsa-bangsa sebagai musuh kerajaan ini menjadi semakin lemah. Selama masa kemakmuran di Kerajaan Utara, Raja Uria membangun kerajaan yang sama di sebelah selatan. Kedua kerajaan yang kuat ini bertumbuh dengan berdampingan.
Waktu itu, Yunus, putra Amitai, memberitakan firman Tuhan di Israel selama masa kedamaian dan keberhasilan yang besar. Umat Israel bersikap tidak bersahabat terhadap bangsa-bangsa sekelilingnya. Israel menjadi sangat sempit dan mementingkan diri sendiri dalam cara berpikirnya. Israel adalah umat pilihan Allah yang berselisih dalam peperangan yang penuh kepahitan dengan negara-negara tetangga sekelilingnya. Pendeknya, tak seorangpun di Israel yang memiliki kasih terhadap Niniwe.
YUNUS - ORANG PILIHAN ALLAH                                      
Yunus kemungkinan dilahirkan sekitar enam kilometer di sebelah utara Nazaret. Dia nampaknya menjadi pengkotbah tentang kabar kesukaan yang populer untuk negaranya. 2Raja-Raja 14:25. Sama seperti kebanyakan orang Israel, dia sangat mengasihi negaranya namun membenci negara-negara tetangganya.
VISI DAN PANGGILAN YUNUS
Yunus merasa bahwa sangatlah sulit untuk mengerti dan mentaati panggilan Allah untuk pergi ke Niniwe dan memperingatkan kota tersebut sehingga orang-orang Niniwe dapat bertobat dan hidup.Yunus 1:1-2.
Dia sangat membenci orang-orang Assiria, sehingga dia melarikan diri dari kehendak Tuhan. Tetapi Yunus bersiap untuk melarikan diri ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN; ia pergi ke Yafo dan mendapat di sana sebuah kapal, yang akan berangkat ke Tarsis. Ia membayar biaya perjalanannya, lalu naik kapal itu untuk berlayar bersama-sama dengan mereka ke Tarsis, jauh dari hadapan TUHAN. Yunus 1:3. Yunus bukanlah seorang pengecut, dia hanyalah seorang yang egois yang menolak untuk memperingatkan musuh-musuhnya akan penghakiman yang akan datang.
Yunus dan umat Israel mungkin akan senang jika Allah menghancurkan Niniwe. Dia bergumul dengan panggilan yang diterimanya dari Tuhan, untuk memperingatkan orang-orang Niniwe agar mereka mungkin bisa bertobat.
Jelas bahwa Yunus takut akan Tuhan, tetapi mula- mula dia lari daripada-Nya. Dia tidak mau menjadi bagian dari kehendak Tuhan untuk orang-orang Niniwe. Garis besar secara sederhana dari Kitab Yunus menunjukkan kepada kita dengan jelas langkah-langkah yang diambil Yunus dalam reaksinya terhadap panggilan Tuhan.
·         Pasal 1 - Ketidaktaatan, lari dari Allah.
·         Pasal 2 - Doa, lari menuju kepada Tuhan.
·         Pasal 3 - Memberitakan Firman Tuhan, berlari bersama-sama dengan Allah.
·         Pasal 4 - Keluhan-keluhan, berlari mendahului kehendak Tuhan.
Meskipun penolakan Yunus di permulaan cerita, dia akhirnya pergi ke Niniwe untuk memperingatkan orang-orang disana akan penghakiman yang akan datang. Orang-orang menerima pesannya lalu bertobat. Yunus 3:3-5. Allah bekerja melalui Yunus untuk memperingatkan kota Niniwe yang berdosa itu akan dosanya.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI YUNUS
1.      Tidak ada seorangpun yang dapat bersembunyi dari hadapan Allah.
Tetapi TUHAN menurunkan angin ribut ke laut, lalu terjadilah badai besar, sehingga kapal itu hampir-hampir terpukul hancur. Yunus 1:4
Yunus berusaha berlari dan bersembunyi dari Allah. Dia mengambil kapal dan mulai melarikan diri ke arah yang berlawanan dengan tempat ke mana Tuhan panggil dia. Namun, Yunus mendapatkan pelajaran dengan cara yang cukup berat. Dia harus pergi dalam badai yang menakutkan di laut dan tinggal di perut ikan yang besar karena dia berusaha untuk lari dari rencana Tuhan atas hidupnya. Lebih mudah bagi Yunus untuk mentaati Tuhan sejak awal. Sangatlah bodoh bagi seseorang untuk berusaha bersembunyi dari hadapan Allah. Anda mengundang masalah dalam hidup anda jika anda menolak melakukan kehendak Tuhan.
Setiap orang Kristen harus mencari tahu dan mengikuti kehendak Tuhan untuk hidupnya.
2.      Dosa membawa penghakiman.
"Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, berserulah terhadap mereka, karena kejahatannya telah sampai kepada-Ku."
Yunus 1:2. Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: "Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan."Yunus 3:4
Berita akan peringatan yang dikotbahkan Yunus di Niniwe masih tetap benar pada hari ini. Dosa membawa penghakiman. Sama seperti api akan membakar, demikian juga dosa pasti akan menghancurkan. Setiap pribadi atau bangsa perlu mendengar pesan ini pada masa sekarang ini. Banyak orang berpikir bahwa mereka dapat mentertawakan dosa. Dosa bukanlah hal yang patut ditertawakan. Dosa membawa penderitaan dan kematian (maut). Kita seharusnya memperingatkan teman-teman dan para tetangga kita akan penghakiman yang akan datang.
3.      Allah mengasihi semua orang.

Kasih Allah meliputi setiap orang. Ini adalah kebenaran yang sulit diterima oleh Yunus. Cobalah untuk membayangkan apa yang Yunus pikirkan saat itu. Dia bersedia untuk memperingatkan orang-orang di Yerusalem karena mereka adalah bangsanya sendiri. Tetapi, untuk menjangkau musuh-musuhnya, yaitu orang-orang Niniwe, nampaknya permintaan yang keterlaluan. Allah mengasihi semua orang. Sebagai orang-orang Kristen, kita mengatakan bahwa kita percaya kebenaran ini. Namun, ini merupakan kebenaran yang sulit kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jika kita tidak menolak pesan dari Kristus untuk setiap orang, maka seharusnya kita tidak mengatakan:
o    "Orang itu tidak sama warna kulitnya dengan saya."
o    "Orang itu bukan satu suku dengan saya."
o    "Orang itu tidak berbicara dengan bahasa saya."
o    "Orang itu bukan anggota partai politik yang sama dengan saya."
o    "Orang itu tidak berasal dari desa saya.
Karena Allah mengasihi setiap orang, maka gereja kita perlu penuh dengan orang-orang dari berbagai ras dan warna kulit. Gereja kita akan bersaksi untuk setiap suku di Indonesia.
Kitab Yunus dapat menjadi suatu pedoman penerapan yang bagus untuk pengutusan ke seluruh dunia. Allah menghendaki semua orang diperingatkan tentang dosa. Allah menghendaki semua orang mengetahui bagaimana menerima keselamatan melalui Yesus Kristus.
Kita berbuat dosa jika kita mengijinkan prasangka dari pribadi kita sendiri menghalangi kita untuk membagikan firman Tuhan kepada mereka yang belum diselamatkan di Indonesia dan diseluruh muka bumi.
4.      Pertobatan yang sungguh-sungguh membawa pengampunan dari Allah. Yunus,3:6-10
Tuhan menghindarkan kota Niniwe dari kehancuran setelah orang- orangnya bertobat. Setiap orang yang sungguh bertobat dan berbalik kepada Tuhan dengan iman akan menerima pengampunan. Tuhan Yesus mati untuk dosa-dosa kita. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Yohanes 3:16. Ayat ini memberitahukan kepada kita tentang kasih Allah kepada setiap orang. Dia sudah memberikan Anak-Nya Yang Tunggal supaya kita mempunyai hidup yang kekal.
Setiap orang yang bertobat dari dosa-dosanya dan menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi akan menerima keselamatan HARI INI.

PELAJARAN  9

MIKHA ADALAH PAHLAWAN BAGI KAUM MISKIN


"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"Mikha 6:8.

LATAR BELAKANG MIKHA
Ketika Amos dan Hosea memberitakan firman Tuhan di Kerajaan Utara, Mikha membawa pesan Tuhan kepada orang-orang di Kerajaan Selatan. Yesaya memberitakan firman Tuhan kira-kira sama waktunya dengan Mikha.
Saat itu adalah masa kekacauan dan perombakan secara nasional. Assiria menyerang dan menghancurkan Siria dan Israel. Bayang-bayang tentara Assiria menaungi Yehuda di sebelah selatan dimana Mikha memberitakan firman Tuhan. Banyak pemimpin yang jatuh dalam masalah politik pada masa itu.
Mikha, seorang pengkotbah dari desa, mengetahui situasi yang tragis di Yehuda dan Israel. Dia bisa melihat penderitaan si miskin dibawah tekanan mereka yang memiliki kekuasaan. Para hakim bertindak tidak adil. Para pendeta bertindak jahat. Orang-orang kaya menipu mereka yang miskin. Semua orang menderita karena ketakutan dan kebencian. Yang apabila menginginkan ladang-ladang, mereka merampasnya, dan rumah-rumah, mereka menyerobotnya; yang menindas orang dengan rumahnya manusia dengan milik pusakanya!Mikha 2:2. Hai kamu yang membenci kebaikan dan yang mencintai kejahatan? Mereka merobek kulit dari tubuh bangsaku dan daging dari tulang- tulangnya; Mikha 3:2.
Bangsa Israel nyaris terpecah belah. Bacalah Mikha 3:9-11.
Ketamakan dan kekejaman menandai setiap perbuatan dari para pemimpin. Tetapi kamulah yang bangkit sebagai musuh terhadap umat-Ku. Kamu merebut jubah dari orang-orang yang suka damai, dari orang-orang yang berjalan lewat dengan tenteram, yang tidak cenderung kepada perang. Para isteri di antara umat-Ku kamu halau dari rumah kesayangannya, dari bayi-bayinya kamu mengambil untuk selama-lamanya semarak yang telah Kuberikan kepada mereka. Mikha 2:8-9.
Sihir dan penyembahan berhala ada dimana-mana di tanah Israel. Banyak pendeta dan nabi yang tamak dan bermoral tidak baik. Bagaimana mereka bisa memimpin umat? Celakalah orang- orang yang merancang kedurjanaan dan yang merencanakan kejahatan di tempat tidurnya; yang melakukannya di waktu fajar, sebab hal itu ada dalam kekuasaannya. Mikha 2:1 Sungguh diperlukan seorang nabi yang sejati pada saat itu.
Mari kita menyimpulkan dosa-dosa yang terjadi pada saat itu, yaitu:
·         Pemerasan atas si miskin.
Bacalah lagi Mikha 2: 8-9. Juga baca Mikha 3:1-4.
·         Penyalahgunaan kekuasaan.
Hai kamu yang mendirikan Sion dengan darah dan Yerusalem dengan kelaliman!
Mikha 3:10.
·         Kurangnya kejujuran.
Orang-orang kaya di kota itu melakukan banyak kekerasan, penduduknya berkata dusta dan lidah dalam mulut mereka adalah penipu.
Mikha 6:12. Bacalah 7:2-6.
·         Ketidaksenangan kepada agama.
Aku akan melenyapkan patung-patungmu dan tugu-tugu berhalamu dari tengah-tengahmu, maka engkau tidak lagi akan sujud menyembah kepada buatan tanganmu. Aku akan menyentakkan tiang-tiang berhalamu dari tengah-tengahmu dan akan memunahkan berhalamu; Aku akan membalas dendam dengan murka dan kehangatan amarah, kepada bangsa-bangsa yang tidak mau mendengarkan.
Mikha 5:12-14. Bacalah Mikha 3:5-8.
·         Nabi-nabi palsu.
Beginilah firman TUHAN terhadap para nabi, yang menyesatkan bangsaku, yang apabila mereka mendapat sesuatu untuk dikunyah, maka mereka menyerukan damai, tetapi terhadap orang yang tidak memberi sesuatu ke dalam mulut mereka, maka mereka menyatakan perang
. Mikha 3:5. Para pelihat akan mendapat malu dan tukang-tukang tenung akan tersipu-sipu; mereka sekalian akan menutupi mukanya, sebab tidak ada jawaban daripada Allah. Mikha 3:7.Bacalah Mikha 3:9-11.
·         Kejahatan yang bersifat egois di rumah ibadah dan pemerintahan.
Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!
Mikha 7:3
Sungguh saat itu adalah masa yang buruk. Ada kebutuhan yang sangat mendesak akan orang pilihan Allah.
MIKHA - ORANG PILIHAN ALLAH                 
Mikha dilahirkan di sebuah desa kecil sekitar dua puluh sembilan kilometer dari Yerusalem. Tekoa, tempat tinggal Amos, hanya berjarak dua puluh lima kilometer di sebelah timur. Jalur perdagangan yang besar antara Assiria dan Mesir melalui lembah dekat tempat tinggalnya. Mikha bertumbuh di daerah pedesaan dan nampaknya dia cenderung untuk tidak mempercayai penduduk kota. Akan tetapi, dia cukup mendapat informasi tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di dunia pada masanya. Mikha mengasihi negaranya, dan lebih dari itu, orang-orang miskin pada saat itu. Dia memberitakan firman Tuhan dengan perasaan yang menentang ketidakadilan sosial pada jamannya. Dia mengumandangkan kebenaran sosial.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI MIKHA
1.      Allah Itu adil: Oleh karena itu umat-Nya harus adil.
"Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu?"
Mikha 6:8
Orang-orang pada jaman Mikha sangat rohani kalau dilihat dari perbuatan mereka dari luar, tetapi mereka kurang akan kebenaran di dalam hati nurani. Mikha ingin supaya orang-orang mengetahui bahwa Allah adalah Allah yang adil. Karena itu, umat-Nya mesti adil dan mengetahui bahwa setiap perbuatan yang tidak adil merupakan penghinaan terhadap Tuhan. Ketika Allah melihat praktek- praktek perbuatan para pemerintah dan pemimpin, yang memaksa orang- orang miskin untuk meninggalkan rumah mereka, mencuri dan menyuap, Dia menjadi sangat marah. Allah akan membawa setiap orang kepada penghakiman karena perbuatan-perbuatan mereka.
2.      Allah adalah Hakim.
Sebab sesungguhnya, TUHAN keluar dari tempat-Nya dan turun berjejak di atas bukit-bukit bumi. Mikha 1:3. Sebab itu Aku akan membuat Samaria menjadi timbunan puing di padang, menjadi tempat penanaman pohon anggur. Aku akan menggulingkan batu-batunya ke dalam lembah dan akan menyingkapkan dasar-dasarnya. Mikha 1:6. Sebab itu oleh karena kamu maka Sion akan dibajak seperti ladang, dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing, dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan. Mikha 3:12
Allah itu Maha Kuasa. Dia berhak menuntut apa saja dari umat-Nya dan Dia akan menghukum setiap perbuatan yang tidak benar.
3.      Allah akan mengambil tindakan yang menentang para pembuat kejahatan. Bacalah Mikha 1:2-5.
Dalam kitabnya, Mikha menulis bahwa Allah akan menghukum perbuatan- perbuatan jahat dari umat-Nya. Tuhan mengetahui umat-Nya dan setiap perbuatan jahat mereka. Tuhan sendiri yang duduk menghakimi mereka yang menyebabkan penderitaan yang besar.
4.      Allah mencintai perdamaian.
Ia akan menjadi hakim antara banyak bangsa, dan akan menjadi wasit bagi suku-suku bangsa yang besar sampai ke tempat yang jauh; mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak, dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
Mikha 4:3. Mereka itu akan mencukur negeri Asyur dengan pedang dan negeri Nimrod dengan pedang terhunus; mereka akan melepaskan kita dari Asyur, apabila ia ini masuk ke negeri kita dan menginjak daerah kita. Mikha 5:5
Masalah nasional yang dihadapi Yehuda bukanlah kesalahan Tuhan. Dosa-dosa bangsa itu sendiri yang mengakibatkan penuaian penderitaan. Allah adalah pencipta perdamaian. Ketika seseorang atau suatu bangsa mentaati kehendak Tuhan, perdamaian akan mengikuti mereka.
5.      Allah memberikan pengharapan.
Bacalah Mikha 7:7, 18-20. Mikha mengingatkan umat Israel bahwa Allah masih tetap sebagai pemerintah bangsa-bangsa dan seluruh umat manusia. Dia berdiri dan siap mengampuni ketika manusia kembali kepada-Nya dari jalan-jalan mereka yang mementingkan diri sendiri. Manusia dapat bergantung pada Tuhan. "Tetapi aku ini akan menunggu- nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!" Mikha 7:7.
6.      Allah beperkara dengan umat-Nya.
Bacalah Mikha 6:1-8. Dengan kata-kata ini, Mikha menunjukkan bahwa Allah sedang beperkara dengan umat-Nya. Suatu saat yang serius ketika Allah beperkara dengan umat-Nya yaitu untuk menunjukkan agama yang murni dan segala tuntutannya. Intisari yang sederhana dari suatu agama yang sejati digambarkan dalam Mikha 6:8. Pengharapan satu-satunya dari suatu bangsa supaya mendapatkan kehidupan adalah mempraktekkan kejujuran, ketulusan hati, berhubungan/bekerjasama satu dengan yang lain dan berjalan dalam kerendahan hati bersama Tuhan.

PELAJARAN 10

HABAKUK ADALAH NABI YANG BIMBANG


"Sesungguhnya orang yang membusungkan dada, tidak lurus hatinya, tetapi orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya."Habakuk 2:4.
LATAR BELAKANG HABAKUK
Habakuk hidup pada masa pemerintahan Raja Yosia di Yehuda. Dia melihat kebangunan rohani yang besar dibawah kepemimpinan Raja Yosia yang merupakan raja yang baik. Dia juga melihat wafatnya raja ini dan seorang raja yang jahat menggantikan dia. Kebangunan rohani sudah baik, tapi hal itu tidak berlangsung lama. Kehidupan rohani bangsa Israel mulai bertambah lemah.
Ada masalah diantara bangsa-bangsa pada masa Habakuk. Assiria, sang penguasa, menjadi lemah pada saat Mesir dan Babilonia berselisih untuk mengambil alih tempat Assiria. Dalam suatu usaha yang bodoh untuk mengalahkan Raja Mesir, Yosia, seorang raja yang baik dari Yehuda, gugur di Megido. Pada tahun 605 Sebelum Masehi Nebukadnezar dari Babilonia mengalahkan Mesir dan mengambil alih sebagian Israel. Saat Habakuk melihat peristiwa-peristiwa yang kacau ini, dia menjadi sangat bingung.
Masa itu di Yehuda, terjadi perselisihan, hukum tidak berlaku, dan kekerasan di seluruh negeri. Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Habakuk 1:2. Terjadi pemerasan terhadap orang-orang benar. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia? Habakuk 1:13. Banyak penduduk yang hidup dalam dosa secara terang-terangan.Orang sombong dan khianat dia yang melagak, tetapi ia tidak akan tetap ada; ia mengangakan mulutnya seperti dunia orang mati dan tidak kenyang-kenyang seperti maut, sehingga segala suku bangsa dikumpulkannya dan segala bangsa dihimpunkannya." Habakuk 2:5. Celakalah orang yang memberi minum sesamanya manusia bercampur amarah, bahkan memabukkan dia untuk memandang auratnya. Telah engkau kenyangkan dirimu dengan kehinaan ganti kehormatan. Minumlah juga engkau dan terhuyung-huyunglah. Kepadamu akan beralih piala dari tangan kanan TUHAN, dan cela besar akan meliputi kemuliaanmu. Habakuk 2:15-16. Banyak penduduk yang menyembah berhala. Habakuk 2:18-19 Penduduk yang miskin sangat menderita. Habakuk 1:14-15. Sungguh masa itu adalah masa kegelapan karena dosa dan kekalahan dari negara lain.
HABAKUK - ORANG PILIHAN ALLAH
Kita tidak mengetahui banyak tentang Habakuk. Rupanya dia adalah seorang penduduk Yerusalem yang cukup dikenal. Habakuk juga dihormati para pemimpin kota itu. Di satu pihak, dia adalah juru bicara bangsa Israel dihadapan Tuhan. Sangat sulit bagi Habakuk untuk mengerti jalan-jalan Tuhan. Dia bingung dengan kejadian- kejadian yang terjadi pada masanya. Disamping imannya yang kuat, kenyataan hidup yang ada terlalu banyak bagi dia. Dia menginginkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang terus mengganggunya. Mengapa Allah mengijinkan kehancuran yang besar terus berjalan jika Dia adalah penuh kuasa? Mengapa orang-orang yang baik harus menderita sementara orang-orang yang jahat terus berjalan dalam dosa? Dia menginginkan jawaban untuk pertanyaan ini: Mengapa ada dunia yang jahat padahal ada Allah yang baik dan hukum yang adil?
Ketika kebimbangan terus bertambah, dia menolak untuk melupakan pertanyaan-pertanyaan itu tanpa mendapatkan jawaban. Dia seorang yang jujur dan tidak takut untuk mencari jawaban untuk segala kebimbangannya.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI HABAKUK
1.      Tuhan prihatin terhadap umat pada masa kini.
Dalam pasal 1, ayat 2-4, Sang nabi mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini: Mengapa Allah mengijinkan orang-orang fasik di Yehuda untuk melakukan hal-hal tersebut? Jawaban Tuhan terdapat di pasal 1, ayat 5-11. Allah menolak pemikiran yang mengatakan bahwa Dia tidak memperhatikan. Dia meminta sang nabi untuk melihat jauh melebihi perbatasan Israel. Tuhan sudah bekerja. Dia membawa bangsa Kasdim untuk menghukum umat di Yerusalem. Bangsa Kasdim adalah bangsa yang kejam dan cepat dalam melaksanakan penghancuran dan penghakiman yang akan datang ke atas Yehuda.
2.      Allah memerintah atas bangsa-bangsa.
Nabi Habakuk mengeluh karena sikap Tuhan yang seperti tidak peduli. Kini dia merasa sungguh terganggu pikirannya ketika dia mempelajari rencana Allah untuk menghukum Israel. Bagaimana Allah bisa memakai bangsa yang fasik seperti Kasdim untuk menghukum Yehuda? Bagaimana bisa Allah yang benar memakai orang-orang Kasdim untuk menghukum umat milik-Nya sendiri? Habakuk menyatakan pertanyaan- pertanyaan ini dengan jelas dalam Habakuk 1:13. Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?
Sang nabi menemukan jawaban hanya ketika dia menantikan Tuhan dengan taat. Aku mau berdiri di tempat pengintaianku dan berdiri tegak di menara, aku mau meninjau dan menantikan apa yang akan difirmankan-Nya kepadaku, dan apa yang akan dijawab-Nya atas pengaduanku. Habakuk 2:1. Dengan penuh penghormatan dia menantikan jawaban dari Tuhan. Dosa-dosa dari bangsa Kasdim sungguh merupakan kejahatan dimata Tuhan; mereka akan dihancurkan karena dosa mereka sendiri. Maksud Allah yang Ilahi akan mengatasi kekejaman dan kesombongan mereka. Seseorang harus bersabar karena Allah tidak merasa perlu tergesa-gesa. Allah mampu mengalahkan kejahatan. Kuasa iman akan menang pada akhirnya. Orang-orang benar mungkin menderita pada hari-hari ini tetapi mereka ada di pihak yang berkemenangan. "Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." Habakuk 2:4. Iman akan membawa orang benar menuju akhir yang penuh keberhasilan.
Karena itu, Allah memperbaharui keyakinan Habakuk dan menjamin akan adanya keadilan di tanah Yehuda. Allah masih berkuasa atas dunia pada hari ini. Orang-orang Kristen janganlah menjadi patah semangat.
3.      Allah mengundang kita untuk membawa segala keraguan kita kepada-Nya dan mendapatkan jaminan dari-Nya.
Allah tidak menghukum Habakuk karena keraguan dan pertanyaan- pertanyaan yang dilontarkannya. Habakuk adalah seorang yang tulus mencari kehendak Tuhan. Allah sangat bersimpati kepada setiap orang yang bimbang dan ragu. Ketika Habakuk kembali kepada Tuhan, dia belajar bahwa pandangan manusia yang sempit karena keraguan merupakan pandangan yang keliru. Dia belajar bahwa agama yang sejati tidaklah menjawab semua keraguan, melainkan memberikan jaminan di dalam Tuhan.
Kita seharusnya mengingat Habakuk ketika kita mempunyai keraguan. Untuk mengatasi keraguan yang ada, kita harus berbalik kepada Tuhan dan menantikan jawaban-Nya. "Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." Habakuk 2:4. "Tetapi Tuhan ada didalam bait-Nya yang kudus. Berdiam dirilah dihadapan-Nya, ya segenap bumi!" Habakuk 2:20. "Sebab bumi akan penuh dengan pengetahuan tentang kemuliaan Tuhan, seperti air yang menutupi dasar laut." Habakuk 2:14.

PELAJARAN 11

HAGAI ADALAH NABI YANG MEMBANGKITKAN SEMANGAT

"Kuatkanlah hatimu, hai rakyat segala negeri, demikianlah firman Tuhan; bekerjalah, sebab aku ini menyertai kamu, demikianlah firman Tuhan semesta alam." Hagai 2:5b.
LATAR BELAKANG HAGAI
Dalam tahun 506 Sebelum Masehi ketika raja Babilonia menduduki Yerusalem, Bait Allah dihancurkan. Setelah 50 tahun di Babilonia, orang-orang Yahudi diijinkan untuk kembali ke Yerusalem untuk membangun kembali kota dan Bait Allah. Darius adalah sang raja yang memberikan kesempatan ini kepada orang-orang Yahudi, dan dia juga memberikan uang untuk menyelesaikan pekerjaan ini.
Orang-orang kembali ke Yerusalem dengan pimpinan seseorang yang bernama Zerubabel. Hanya sebentar setelah mereka disana, mereka lupa untuk membangun Rumah Allah. Setiap orang hanya melakukan pekerjaan mereka sendiri dan membangun rumah mereka sendiri.
Enam belas tahun sudah berlalu sebelum Hagai mengajak mereka untuk membangun Rumah Allah. Sangat sedih melihat orang-orang terlalu lama menunda untuk mengerjakan hal terpenting yang seharusnya mereka lakukan sekembalinya mereka ke Yerusalem.
HAGAI - ORANG PILIHAN ALLAH
Kita hanya tahu sedikit tentang Hagai, seorang Yahudi yang menjawab panggilan Tuhan dengan berani. Dia mungkin seorang yang sudah tua yang sudah tinggal lama di Babilonia sebelum kembali ke Yerusalem dengan para tawanan lainnya. Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada arti? Hagai 2:4. Dia sangat mengasihi Bait Allah dan memiliki keyakinan yang dalam bahwa dia benar. Dia adalah seseorang dengan satu cita-cita. Dia melihat suatu pekerjaan yang mesti diselesaikan dan mendorong rakyat untuk melakukannya. Hagai adalah seseorang yang dipanggil dan dipimpin Tuhan yang bertekad untuk membangun kembali Bait Allah. Dia menggerakkan orang-orang untuk memulai pekerjaan tersebut.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI HAGAI
1.      Keinginan yang mementingkan diri sendiri menghambat jalannya pekerjaan Tuhan  Hagai 1:1-9."
Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri." Hagai 1:9.
Hagai mengatakan kepada rakyat bahwa mereka sudah terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri dan melupakan pekerjaan Tuhan. Hal ini sering terjadi pada hari ini. Kadang-kadang yang sedang kita lakukan adalah hal-hal yang baik, namun, jika kita tidak berhati-hati, kita mungkin bisa menggunakan seluruh waktu kita untuk mencari kesenangan pribadi.
Orang-orang pada masa Hagai bercocok tanam, membuat pakaian dan membangun rumah mereka sendiri. Hal-hal tersebut adalah baik, tapi mereka telah melupakan rumah Tuhan. Enam belas tahun telah berlalu, dan mereka masih belum melakukan pekerjaan mereka yang utama.
Sudah berapa lama Anda tidak melakukan apa yang Allah ingin Anda lakukan? Berapa waktu yang Anda berikan untuk melakukan pekerjaan Tuhan di gereja?
2.      Allah memanggil para pemimpin untuk memberi semangat kepada umat-Nya.
Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar.
Hagai 1:1. Bacalah Hagai 2:4-9.
Allah memanggil Hagai untuk memberi semangat rakyat supaya melakukan pekerjaan mereka. Hagai adalah seorang yang tegas yang menegur orang-orang karena kemalasan mereka. Kemudian mengingatkan mereka bahwa Allah bersama-sama mereka. Sungguh ini adalah alasan yang penting untuk melaksanakan pekerjaan Tuhan. Tuhan menyertai kita. Dia hadir untuk memberikan hikmat dan bimbingan. Dia hadir untuk memberikan kekuatan. Firman Allah pada hari ini tetap sama."...bekerjalah, sebab Aku ini menyertai engkau..." Hagai 2:5b.
3.      Kumpulan orang-orang yang menyerahkan diri kepada Tuhan dapat melakukan pekerjaan yang besar bagi Allah.
Hagai mengajak orang-orang untuk berkumpul sebagai satu kelompok dan bekerja bersama-sama. Dia adalah seorang pemimpin yang bijaksana.
o    Dengan persatuan, rakyat bisa menyelesaikan pekerjaan yang banyak dalam waktu singkat. Hal itu sama seperti gereja pada hari ini. Jemaat di gereja harus bersatu sebagai satu tubuh yang dipimpin oleh Allah.
o    Dengan persatuan, gereja bisa memberikan kesaksian yang kuat pada mereka yang belum diselamatkan.
o    Dengan persatuan, gereja bisa mengalahkan tekanan dari si jahat.
Hagai mengajak gereja untuk bersatu dengan satu tujuan: MELAKUKAN KEHENDAK TUHAN.

PASAL 12

ZAKARIA ADALAH NABI SANG PEMBERITA PENGHARAPAN


"Lihat rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai." Zakaria 9:9b.
LATAR BELAKANG ZAKARIA
Hagai, sang nabi yang kita pelajari terdahulu, mempunyai seorang teman dan penolong yang bernama Zakaria. Hagai dan Zakaria berdiri bersama-sama dalam pekerjaan yang penting yaitu membangun kembali Bait Allah.
Ketika Hagai mengajak orang-orang untuk membangun Rumah Allah, mereka menghadapi masa yang sulit. Kebun-kebun mereka gagal memberikan hasil karena kekeringan. Selama masa yang sulit tersebut, sangat mudahlah untuk menghentikan pekerjaan pembangunan Bait Allah tersebut, setelah memulai suatu permulaan yang cukup penting. Hagai sudah dipakai Tuhan untuk mendorong orang-orang dalam membangun kembali Bait Allah. Kini diperlukan suara yang baru untuk membangkitkan kembali usaha tersebut. Zakaria adalah orang pilihan Allah untuk pekerjaan itu.
ZAKARIA - ORANG PILIHAN ALLAH
Zakaria mungkin adalah seorang pemberita firman Tuhan yang masih muda dan dilahirkan di Babilonia yang kemudian dipindahkan Tuhan ke Yerusalem. Namanya berarti, "Dia yang diingat oleh Yehowa." Ketika Zakaria mulai berkotbah, Allah memberikan wahyu kepadanya supaya menjadi hamba-Nya dan membantu temannya Hagai. Dalam bulan yang kedelapan pada tahun kedua zaman Darius datanglah firman TUHAN kepada nabi Zakaria bin Berekhya bin Ido... Zakaria 1:1. Kini waktunya untuk bertindak. Dia memberi diri seluruhnya untuk tugas tersebut.
Zakaria tidak menghukum atau menegur rakyat. Melainkan, dia memberi semangat kepada mereka dengan janji-janji akan kehadiran Tuhan untuk menguatkan mereka. Harapannya adalah ketaatan umat Israel dalam menanggapi kehadiran Tuhan. Dia percaya bahwa ketaatan akan membawa berkat.
BEBERAPA PELAJARAN YANG PERLU DIINGAT DARI ZAKARIA
1.      Rencana Allah pasti akan digenapi.
Tetapi segala firman dan ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepada hamba-hamba-Ku, para nabi, bukankah itu telah sampai kepada nenek moyangmu? Maka bertobatlah mereka serta berkata: Sebagaimana TUHAN semesta alam bermaksud mengambil tindakan terhadap kita sesuai dengan tingkah laku kita dan perbuatan kita, demikianlah Ia mengambil tindakan terhadap kita!
Zakaria 1:6
Zakaria mengajarkan bahwa kita harus memberikan penghormatan yang tinggi terhadap maksud dan rencana Allah yang kekal. Dia berbicara kepada para nabi yang lain yang sudah memainkan peran dalam memberikan pesan-pesan Ilahi kepada dunia. Meskipun nabi-nabi tersebut sudah meninggal, maksud Allah tidaklah berakhir. Allah masih menghendaki umat pilihan-Nya supaya bertobat dan berbalik dari dosa yang sudah menghancurkan nenek moyang mereka. Zakaria mampu mencari arti dari kehendak Tuhan terhadap umat-Nya. Baginya, maksud Allah adalah untuk menolong manusia dan dia akan terus bekerja untuk mencapai tujuan itu.
2.      Kerajaan Allah mencakup seisi dunia.
Dan banyak bangsa akan menggabungkan diri kepada TUHAN pada waktu itu dan akan menjadi umat-Ku dan Aku akan diam di tengah- tengahmu. Maka engkau akan mengetahui, bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Zakaria 2:11. Orang-orang dari jauh akan datang untuk turut membangun bait TUHAN; maka kamu akan mengetahui bahwa TUHAN semesta alam yang mengutus aku kepadamu. Dan hal ini akan terjadi, apabila kamu dengan baik-baik mendengarkan suara TUHAN Allahmu. Zakaria 6:15.
Zakaria mengerti bahwa pemerintahan Kerajaan Allah meliputi seluruh dunia. Melalui pengajaran dari Tuhan Yesus, kita tahu bahwa Kerajaan Allah bersifat rohani, dan Dia memerintah di hati setiap manusia. Setiap pribadi yang menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan adalah warganegara Kerajaan Allah.
3.      Sang Raja dan Juruselamat yang sejati akan datang.
Bersorak-soraklah dengan nyaring, hai puteri Sion, bersorak-sorailah, hai puteri Yerusalem! Lihat, rajamu datang kepadamu; ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda. Ia akan melenyapkan kereta- kereta dari Efraim dan kuda-kuda dari Yerusalem; busur perang akan dilenyapkan, dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa. Wilayah kekuasaannya akan terbentang dari laut sampai ke laut dan dari sungai Efrat sampai ke ujung-ujung bumi.
Zakaria 9:9-10. Aku akan mencurahkan roh pengasihan dan roh permohonan atas keluarga Daud dan atas penduduk Yerusalem, dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung. Zakaria 12:10. Juga bacalah Zakaria 13:7-9 dan 14:9
Bertahun-tahun jauh sebelum Yesus datang, Zakaria menjanjikan bahwa Yesus akan datang sebagai seorang yang dipilih Allah. Pengertian Zakaria terbatas tentang siapa yang dipilih Tuhan, tetapi orang-orang Kristen sekarang dapat membaca Perjanjian Baru dengan pengertian yang jelas.
Zakaria menggambarkan Raja yang besar sebagai Raja Damai. Zakaria 9:9-10. "Dan ia akan memberitakan damai kepada bangsa-bangsa." Zakaria 9:10.
Dia tidak menunggang kuda untuk perang, melainkan mengendarai binatang yang lemah yang dipakai oleh raja-raja dalam misi perdamaian. Berikut ini adalah nubuat-nubuat lagi yang bisa ditemukan dalam kitab Zakaria:
·         "...Mereka membayar upahku dengan menimbang, tiga puluh uang perak." Zakaria 11:12.
·         "... Itulah luka yang kudapat di rumah sahabat-sahabatku!" Zakaria 13:6
·         "Dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia..." Zakaria 12:10
·         "... Bunuhlah gembala sehingga domba-domba tercerai-berai!" Zakaria 13:7
Semua firman tersebut menunjuk kepada Raja dan Gembala Yang Baik yang dipilih Allah. Juga menunjuk kepada kematian Tuhan kita Yesus Kristus. Gereja hari ini kita tunduk kepada penguasa dunia atau kepada Kepala Gereja dunia yaitu Yesus Kristus!


PELAJARAN  12

MALEAKHI ADALAH NABI SANG PEMBERANI


"Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan."Maleakhi 3:10.
LATAR BELAKANG MALEAKHI
Kembali kita belajar tentang seorang pemberani yang dipilih Allah untuk mengecam agama yang palsu. Dengan cara yang berani dia membawa orang-orang kembali kepada iman yang sejati kepada Allah.
Kita hanya tahu sedikit tentang orang-orang Yahudi di Yerusalem setelah Bait Allah dibangun kembali. Para tawanan yang kembali ke Yerusalem meresmikan Bait Allah yang baru pada tahun 516 Sebelum Masehi. Mulai saat itu sampai kedatangan Nehemia pada tahun 445 Sebelum Masehi tidak ada catatan tertulis. Rakyat di Yerusalem menjadi lebih acuh tak acuh terhadap hal-hal rohani. Selama beberapa tahun tidak ada nabi yang memberitakan firman Tuhan bagi orang Israel.
Rakyat menghadapi masa-masa yang sulit. Hasil panen tidak menggembirakan. Para pendeta sangat jahat. Rakyat banyak yang mengeluh kepada Tuhan. Mereka menolak untuk membayar perpuluhan dan persembahan. Banyak pernikahan dan rumah tangga yang lemah. Perceraian merupakan hal yang biasa. Orang-orang sudah melupakan perjanjian Yehowa. Ibadah orang-orang kosong dan tidak berarti. Saat itu adalah masa yang sulit yang memerlukan seorang hamba Tuhan yang berani. Maleakhi adalah orang pilihan Allah untuk tugas tersebut.
MALEAKHI - ORANG PILIHAN ALLAH
Nama Maleakhi berarti "utusanku". Maleakhi adalah utusan Allah yang berani berbicara tentang firman Tuhan kepada orang-orang yang berdosa pada masanya tanpa ragu-ragu. Kita dapat mengetahui dari kitab yang ditulisnya bahwa dia adalah seorang pengkotbah yang kuat dan berani mengecam setiap orang yang tidak mengindahkan pekerjaan Tuhan. Dia memberitakan firman Tuhan pada orang-orang dijamannya untuk membangkitkan iman dan semangat mereka dalam Tuhan.
Kitab Maleakhi adalah dalam bentuk perbantahan dengan mereka yang mendengarkan kotbahnya. Kita bisa membayangkan para pendengar tersebut berbicara dengan nabi Maleakhi saat dia berkotbah. Mereka mungkin bertanya dan menyela saat dia sedang berbicara. Maleakhi akan menjawab setiap pertanyaan. Dia akan menegur para pendeta dan orang-orang akan dosa-dosa mereka yang khusus jika pendapat mereka terlalu lemah. Dalam Maleakhi 1:1-2:9, Maleakhi berbicara tentang kebesaran kasih Allah kepada bangsa Israel. Lalu dia berbicara tentang keadilan Tuhan. Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan - atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?"Maleakhi 2:17. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. Maleakhi 4:6.
BEBERAPA HAL YANG PERLU DIINGAT DARI MALEAKHI
1.      Allah mengasihi umat-Nya.
"Aku mengasihi kamu, "firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah Engkau mengasihi kami?" "Bukankah Esau itu kakak Yakub?" demikianlah firman TUHAN. "Namun Aku mengasihi Yakub"... Maleakhi 1:2
Allah membuktikan bahwa Dia mengasihi Israel dengan melindungi mereka. Bangsa-bangsa lain dihancurkan, namun Yehuda menikmati berkat yang melimpah dari Tuhan. Karena kasih dan perhatian Allah, umat-Nya seharusnya melayani Dia dengan ucapan syukur.
2.      Pemberita firman Tuhan yang malas menghambat pekerjaan Tuhan. Bacalah Maleakhi 1:6-14

Israel telah gagal dalam melayani Tuhan. Yang bertanggung jawab adalah para pendeta dan pemimpin agama. Orang-orang menunjukkan rasa tidak hormat secara terbuka terhadap Bait Allah dan ibadah kepada Allah. Para pendeta dan pengkotbah memimpin orang-orang ke jalan yang tidak benar. Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN semesta alam. Maleakhi 2:7 Mereka seharusnya menjadi para pengajar bagi rakyat. Allah ingin supaya mereka menjelaskan firman Tuhan kepada umat Israel. Namun, mereka menyesatkan orang-orang dan menjadi pemimpin yang buta bagi orang-orang yang buta.
3.      Persembahan perpuluhan adalah milik Tuhan. Bacalah Maleakhi 3:1-10
Allah menghendaki umat-Nya membawa persembahan perpuluhan dan persembahan yang lain dengan kasih. Dia tidak memaksa kita untuk memberikan uang kepada-Nya, tetapi Dia mengingatkan bahwa persembahan perpuluhan adalah milik Allah. Setiap orang yang tidak membayar perpuluhan mereka berarti merampok Tuhan. Jika kita ceroboh dan tidak memberikan perpuluhan kita, hal itu menunjukkan bahwa kita tidak mengasihi Allah sebagaimana yang seharusnya.
4.      Perceraian adalah dosa dimata Allah.
Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya. Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat! Maleakhi 2:15-16.
Allah mengasihi rumah tangga yang murni dan bahagia. Tuhan sudah merencanakan pernikahan. Allah merencanakan untuk seorang pria dan seorang wanita untuk membentuk suatu rumah tangga. Ketika seorang pria meninggalkan istrinya, dia tidak menyenangkan hati Tuhan. Allah ingin umat-Nya hidup dalam kehidupan yang kudus. Dia menghendaki suami dan istri hidup bersama-sama sebagai satu tubuh. Hagai juga memperingatkan orang-orang pada masanya bahwa "Allah membenci perceraian."
Marilah kita mengingat bahwa Allah mengasihi rumah tangga dan menghendakinya supaya kuat.

KESIMPULAN:

Bagaimana sikap kita sekarang terhadap ancaman yang dilakukan oleh penguasa-penguasa yang menguasai setiap bangsa, apakah kita takut dan gentar dengan komentar-komentar untuk berhenti menyuarakan suara kenabian yang dipercayakan oleh Tuhan melalui Firman-Nya. Ataukah kita bangkit lawan kejahatan Negara dengan dalih kepentingan suatu bangsa dan Negara! Sekarang kembali kita pemimpin-pemimpin Gereja.


West Papua, 21 September 2015

PDT. DESERIUS ADII, S.TH.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.

Populer

BERITA