Latest News

.

.

Rabu, 15 Juni 2016

Rakyat Papua di Timika menuntut Referendum

Knpb Timika News___ Pada hari ini Komite Nasional Papua Barat (KNPB) WilayahTimika NRFPB WPNCL Serta bersama ribuan rakyat Papua terdiri dari beberapa Denominasi Gereja Pemerintah serta anak anak sekolah karyawan dalam aksi Demo damai yang digelar Oleh Knpb di Bundaran Timika Indah depan Gedung Emeneme Yaware Rabu 15 Juni 2016.

Rakyat Papua di timika sekitar 1000an orang masa aksi di hadang Oleh TNI/POLRI dI bundaran Timika Indah depan Gedung Emeneme Yauware.
Sesuai dengan Surat Pemberitahuan bahwa Knpb sudah kasih masuk surat pemberitahuan ke Kepolisian bahwa,Knpb timika akan turun jalan sesuai dengan agenda Komando Nasional. Sasaranya adalah di Kanyor DPRD Kabupaten Mimika.
Namun sayangnya Kepolisian memblokade sesuai dengan rute yang Knpb sampaikan di dalam surat Pemberitahuan. Sekitar 500an masa aksi sudah ada di Kantor DPRD Mimika,Namun Polisi Bapak Kapolsek Kuala Kencana mengatakan bahwa DPRD Mimika tidak ada jadi pergi ke Bundaran timika indah saja.
Waahhh Rakyat Papua tanya DPRD itu di bangun untuk siapa dan untuk apa. Ketua DPRD Mimika mengatakan dirinya masih ada di Kantornya Namun Kepolisian menodong dan menutupi pintu DPR. Dan Polisi bilang DPR semua ada Pertemuan di Jayapura.
Wahhhh sayang membingunkan rakyat Papua Kapolres Yustanto memperintahkan kepada personilnya untuk mengadang di jalan dan sampaikan aspirasi di Jalan. Dimanakah tempat sampaikan aspirasi rakyat Papua ?
Masa aksi Damai di hadang di jalan bundaran timika indah dari jam 09. 00 s/d jam 2.00 Wpb saat ini. Masih ada Orasi di Bundaran Timika Indah.
Penyelesaian pelanggaran HAM di Papua hanya tipu muslihat jakarta sebab kasus pelanggaran HAM sejak 1963 sampai dengan saat ini tidak mudah diselesaikan dalam waktu dekat ini seperti yang diwacanakan oleh menopolhukam saat ini. Apa lagi beberapa pihak yang diduga pelaku yang terlibat dalam sejumlah kasus di Papua seperti Polda Papua dan pangdam ikut terlibat dalam tim untuk menyelesaikan pelanggaran HAM di Papua ? Ini sesuatu yang tidak masuk akal sehat sebab pelaku menjadi Hakim sesuatu yang tidak masuk akal. Oleh karena itu kami rakyat Papua yang tergabung dalam ULMWP menyampaikan sikap penolakan sebagai berikut :
  1. Menolak dengan Tegas Tim Pencari Fakta buatan Kolonial Indonesia yang melibatkan oknum – oknum seperti Marinus Yaung, Matius Murib dan lain-lain.
  2. Kami Sendesak segera Mengirim Tim atau Pengawasan Internasional terhadap Suara West Papua (Referendum) untuk Menentukan Nasib Sendiri.
  3. Kami rakyat Papua Mendesak Tim Pencari Fakta dari Pasifik Island Forum (PIF) Segera ke Papua.
  4. Mendesak semua aktivis HAM, Agama dan Korban untuk tidak terlibat dan menolak Tim Pencari Fakta Pelanggaran HAM Bentukan Jakarta.
  5. Kami serukan kepada seluruh komponen rakyat Papua untuk ikut terlibat dalam aksi demo damai menolak Tim Pencari Fakta Buatan Jakarta akan dilaksanakan pada hari rabu 15 Juni 2016.












Tidak ada komentar:

Posting Komentar

.

.

BERITA