Latest News

.

.

Kamis, 03 September 2015

Foto, KNPB, KUTUK PELAKU PELANGGARAN HAM PAPUA

KnpbnewsTimika--- Gerakan Peduli Pelanggaran Ham Papua (GPPHAM) Mediasi Komite Nasional Papua Barat Wilayah Timika, menyatakan dengan sikap tegas “Kami segenap bangsa Papua Ras Melanesia yang berada Teritori West Papua, kami Kutuk kepada semua pelaku kejahatan mengandung Pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM,  Genosida pemusnaan luar biasa yang dilakukan oleh Negara Penjajah Indonesia melalui Militernya organic dan non Organik yang ada di Papua”.
Komite Nasional sebagai media Nasional Bangsa Papua, tetap melakukan perlawanan secara damai bermartabat menjujung tinggi nilai kemanusiaan, perlawanan KNPB senggunggunya adalah perlawan gerakan sipil dengan cara damai bukan dengan cara kekerasan dan anarkis.
Orang Papua sudah korban setiap hari, karena Negara ini mau orang papua di bunuh, maka kita sadar bersatu dan Lawan dengan Iman menyatakan kebenaran kepada dunia bahwa kami di bunuh di bantai, dipenjara, diDPO, dikejar oleh Penjajah. Maka itu KNPB tetap Lawan sampai titik darah penghabisan.
Tentara dan Polisi Hentikan Kekerasan terhadap Orang pemilik pribumi Papua, Stop Stikma Kami dengan gerakan Pengacau, OPM, Separatis, dan lainnya. Kami manusia seperti manusia lain didunia. Hargai kami kami adalah pemilik hak tanah west Papua orang tua leluhur kami Melanesia bukan melayu jangan Paksa kami jadi orang Indonesia.
TNI-POLRI seenaknya menembak memperkosa membantai membunuh rata-rata anak sekolah pemudah usia fuber masih mudah, mulai sejak Presiden JOKO Widodo menjadi Presiden Indonesia, tidak sanggup menyelesaikan kemauan Orang Papua justru, pelaku kejaharan selalu dilindungi dan dipiarah secara rapi tersulubung dan terstruktur.

Pelanggaran Ham sejak pertama Indonesia merampas sejak 1960 sampai 2015. Khususnya kasus Timika berdarahTentara Nasional Indonesia (TNI) menewaskan Pemudah gereja katolik dua orang mati di tempat, dan 4 orang masih rawat di RSUD. Namun pihak kepolisian Dan Tentara Inteljen Memblokade melarang Aksi damai KNPB.

Aksi bertujuan aksi ibadah secara damai Gereja Tiga Raja, tapi pihak penegak Hukum Negara Indonesia Melarang memblokade dengan alat Negara Senjata Lengkap 10 Mobil dan Truk Tahanan satu Pansel anti terror Posisi dan tentara siaga satu.ini menunjukan Negara belum dewasa dalam HAM. Pada hal Hak menyampaikan depan umum secara lisan dan tulisan di muka umum dijamin Hukum Indonesia.

Pihak gereja buka hati suarakan domba-domba yang telah dibunuh didepan gereja, Koperapoka Mingu kemarin Gereja harus bersuara jangan diam. Kami ini manusia bukan binatang setiap hari Militer berburu orang Papua  secara kelihatan maupun seara diam-diam.( Admin)

Foto Kegiatan.



































































































































Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

.

.

Populer

BERITA